Business Owners and Managers Association (BOMA)

0

Bersatu Demi Sebuah Aspirasi

 

Dunia bisnis memang tidak pernah lepas dari peran pemerintah. Ketika pemerintah membuat kebijakan yang pro terhadap pebisnis, maka seketika itu juga perekonomian suatu daerah ikut berimbas. Begitu sebaliknya. Salah satu bisnis yang sangat bergantung terhadap regulasi pemerintah adalah bidang property. Seperti diketahui bahwa saat ini banyak bermunculan gedung-gedung tinggi, mulai dari apartemen, pertokoan, perkantoran, bahkan rumah sakit dan perguruan tinggi. Di satu sisi, pemilik atau manajemen bangunan tersebut ingin menuai keuntungan, namun di sisi lain mereka juga was-was jika nanti ada kebijakan pemerintah yang bisa menghambat perkembangan bisnis mereka.

Guna mengantisipasi kemungkinan terburuk tersebut, akhirnya mereka berkumpul membentuk Building Owners and Managers Association (BOMA). Lexi Pranata, Ketua BOMA Jatim mengatakan, BOMA sebenarnya terbentuk untuk menjawab kebutuhan pemilik dan manajer bangunan bertingkat. “Kami sebenarnya sangat membutuhkan informasi. Baik itu informasi dari pemerintah maupun sesama pelaku bisnis. Setidaknya dengan komunitas ini, suara kami bisa lebih didengarkan,” tegasnya kepada Iklan Pos, Senin (20/6).

Dia lantas mencontohkan adanya kebijakan yang langsung mendapat respon dari asosiasi dan pemerintah. Ketika itu pemerintah sempat membuat kebijakan penarikan retribusi bangunan bertingkat yang dihitung berdasarkan jumlah unit yang dimiliki. Kebijakan ini tentu memberatkan manajemen apartemen. “Kalau missal apartemen itu punya 500 unit, berarti retribusi yang dikenakan dikalikan 500 unit itu dan hasilnya pasti lebih mahal. Padahal kebijakan sebelumnya, retribusi kebersihan berdasarkan tonasi atau berapa ton sampah yang dikumpulkan,” papar dosen Universitas Ciputra Surabaya ini.

Jika hanya disuarakan satu atau dua pemilik apartemen, pastinya tidak akan didengar. Namun kalau disuarakan dalam komunitas atau kelompok, maka akan mendapat respon dari pemerintah. Benar juga, dengan adanya pendapat dari anggota BOMA tersebut, akhirnya pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan tersebut.

BOMA Indonesia sendiri sudah ada sejak tahun 2011. Selain mengadakan pertemuan secara rutin, BOMA Indonesia juga aktif mengikuti kegiatan BOMA Internasional. Dari pertemuan tersebut biasanya dibahas tentang kondisi bisnis property di tiap Negara. Bahkan tidak sedikit pula informasi tentang peluang bisnis yang bisa dilakukan antar anggota BOMA.

“Biasanya, keuntungan paling besar dari komunitas ini adalah terjalinnya networking dan share lowongan kerja. Dalam dunia bisnis, networking itu sangat penting,” tambahnya. Bahkan tak jarang, anggota BOMA Indonesia mendapat inspirasi bisnis dari sesama anggota BOMA Internasional.

Ke depan, mereka berencana mengurus sertifikasi untuk pengelola gedung. Tujuannya agar mereka bisa bekerja secara professional dan mendapat pengakuan baik nasional maupun internasional. (noe)