Menggali Ilmu Fotografi (I)

0

Mayoritas pelaku fotografi saat ini sudah menggunakan kamera DSLR, kamera ini bahasa awamnya adalah kamera ‘pro’ atau masyarakat kebanyakan menandainya dengan kamera yang lensanya bisa diganti-ganti. Aslinya memang SLR (Single Lens Reflect). Ketambahan unsur ‘D’ karena hampir semua sekarang populasinya didominasi oleh sistem ‘Digital’. Jadi DSLR adalah kamera Digital SLR. Kamera DSLR mulai dijual dengan harga terjangkau dan masyarakat ‘baru menyadari’ kalau fotografi itu ternyata mudah dan menyenangkan.

Sayangnya fenomena ini kadang kurang diikuti dengan kemauan si pelaku fotografi untuk benar-benar mengeksplorasi pengetahuan fotografi. Banyak pengguna kamera-kamera canggih nan mahal ini masih bergantung pada mode pemotretan otomatis. Bukan berarti buruk, hanya saja nantinya hasil yang diperoleh kemudian akan bagus dalam taraf rata-rata. Padahal kalau mau dieksplorasi, kamera yang mereka gunakan sebenarnya jauh bisa menghasilkan gambar yang lebih berkualitas.

Bagi yang serius menekuni fotografi, entah itu dalam rangka sebagai hobi atau bahkan yang sudah mempunyai niat untuk menjadikan fotografi sebagai pekerjaan profesional, biasanya minat untuk menggali ilmu fotografi lebih terasa semangatnya. Berbagai macam sumber ilmu akan berusaha mereka masuki untuk memperdalam pengetahuan mereka akan dunia fotografi. Jalur paling dasar untuk memahami operasional kamera secara maksimal biasanya adalah pada saat kita pertama kali berbelanja kamera dan perlengkapannya.

Memang menjadi tanggung jawab pihak toko kamera untuk sedikit banyak memberi penjelasan dasar mengenai barang yang dijualnya. Tetapi sayangnya tidak semua toko kamera melakukan hal ini. Jalur kedua yang formal dengan mengikuti kursus. Bentuknya beragam, mulai kursus privat, maupun lembaga kursus resmi yang mempunyai kurikulum teratur dan meyakinkan. Ada juga institusi-institusi resmi yang menyediakan jurusan fotografi. Cara ini bagus ditempuh kalau memang menginginkan dasar fotografi yang kuat. (bersambung)