Hong De Barongsai Surabaya

0

a1

Hong De adalah salah satu perkumpulan barongsai yang berpusat di Malaysia dan memiliki cabang di 9 negara,termasuk di Indonesia dan merupakan satu-satunya.

Di masa Orde Baru kesenian Barongsai tidak boleh dimainkan ditempat umum, perubahan situasi politik yang terjadi di Indonesia setelah tahun 1998, membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan, begitu juga di kota Surabaya, salah satunya komunitas Hong De Barongsai, yang tetap eksis hingga saat ini. Sejak didirikan pada tahun 2008 hingga saat ini, Hong De Barongsai memiliki anggota 20 orang, serta memiliki jadwal latihan rutin sore hari, setiap hari kamis di Bunga Bangsa School, jalan Marina Emas Barat, dan hari minggu di Godwins School, jalan Raya Tenggilis, Surabaya.

Menurut Budiono ketua Hong De Barongsai, atau yang akrab dipanggil Asun, Hong De memiliki arti serta filosofi mengembangkan teknik kesenian, meneruskan kebijakan sastra dan ilmu beladiri dari dulu sampai sekarang, serta menyebarkannya hingga ke berbagai penjuru dunia. Awalnya komunitas ini tidak bernama Hong De, Hong De merupakan salah satu perkumpulan barongsai yang berpusat di Malaysia dan memiliki cabang di 9 negara, termasuk di Indonesia dan merupakan satu-satunya. Karena ingin memperdalam ilmunya tentang barongsai, Asun dan teman-temannya belajar di Malaysia dan membawa nama Hong De Barongsai ke Surabaya.

Barongsai itu dimainkan oleh dua orang, satu orang bermain sebagai kepala, dan yang lainnya berperan sebagai ekor. Barongsai itu identik dengan Singa, segala gerak-gerik dan tingkah lakunya dibuat semirip mungkin dengan singa. Barongsai ini juga dimainkan dengan alat musik pengiring yang terdiri dari tambur, kenong dan simbal, dimana simbal ini dimainkan oleh minimal dua orang dan maksimal 4 orang. ‘Bermain barongsai harus menguasai teknik beladiri seperti kungfu, wusu, dan sebagainya, untuk mempermudah teknik bermain barongsai. Kalau dasar teknik beladiri itu belum dipunyai, biasanya akan memerlukan waktu yang lama untuk menguasai permainan ini’, tegas Asun.

Barongsai saat ini tidak hanya dimainkan di acara keagamaan saja, tapi juga dikompetisikan, serta ada badan khusus yang menaunginya, yaitu Persatuan Seni Dan Olah Raga Barongsai Indonesia (Persobarin). Dalam kompetisi barongsai ada kategori lantai dan kategori tonggak, dengan beberapa kriteria penilaian tersendiri dalam setiap kategorinya. Hong De Barongsai sering mengikuti kompetisi dan diundang dalam acara khusus. Menurut Asun, hal yang paling membanggakan saat komunitasnya ini diundang untuk tampil dalam suatu event di Malaysia dan India, selama 4 tahun berturut-turut. Bagi Anda yang tertarik dengan olahraga dan kesenian ini, Anda bisa bergabung dengan Hong De Barongsai.

a2

Nama Komunitas : Hong De Barongsai
Anggota : 20 Orang
Info : 081803070635 (Asun)
Email : loyongsun@yahoo.co.id