Demam Pokemon Go, Dicaci dan Dicari

0

Demam permainan Pokemon Go tidak hanya melanda Indonesia, namun juga seluruh dunia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa banyak yang menghabiskan waktunya untuk berburu pocket monster (pokemon) ini. Bahkan ada yang berani keluar dari pekerjaannya hanya untuk berburu pokemon.  Seperti dialami Tom Currie, seorang barista dari kedai kopi di Selandia Baru ini nekat resign dari tempat kerjanya hanya untuk berburu pokemon.  Dari total 150 jenis monster dalam Pokemon Go, Tom sudah menangkap 90 macam. Inilah yang mengundang rasa penasarannya dan berniat berburu mencari monster dalam Pokemon Go.

Tidak hanya itu, masih banyak aksi nekat yang ditunjukkan pecinta permainan digital ini dan membuat pihak lain risau. Di Indonesia misalnya, akhir-akhir ini banyak orang mencari tempat ibadah seperti masjid dan gereja untuk menemukan monster Pokemon Go dan berperang dengan sesama gamers. Di Jakarta, salah satu tempat yang banyak didatangi pecinta games ini adalah Tugu Monas. Sejak dirilis pada 6 Juli 2016, Monas selalu dibanjiri pengunjung. Biasanya mereka berjalan sambil melihat ponsel. Ironisnya, aksi ini justru menimbulkan banyak kecelakaan. Beberapa hari lalu di Jakarta ada mobil yang menabrak pohon karena si pengemudi sibuk mencari pokemon di sepanjang jalan.

Pokemon Go sendiri sebenarnya berawal dari sebuah lelucon di April Mop 2014. Saat itu Google meluncurkan Pokemon Challenge untuk Google Maps lengkap dengan video promosi dengan mengundang pengguna untuk menunjukkan dan menangkap monster fiksi tersebut dalam aplikasi.

CEO Niantic Labs John Hanke menanggapi ini secara serius. Dia minta pada Direktur Asia Pasific Niantic Masashi Kawashima untuk merealisasikannya dalam dunia nyata. Hingga akhirnya mereka sukses menggabungkan permainan ini dengan menggabungkan dunia pocket monster (Pokemon) pada lokasi permainan yang nyata melalui ponsel. Sejak diluncurkan di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru, Pokemon Go telah meningkatkan saham Nintendo lebih dari 50 persen.

Tidak hanya dampak negative, Pokemon Go juga memberi keuntungan bagi pihak tertentu. Berikut ini dampak Pokemon Go di Indonesia :

  1. Demam Pokemon, tempat wisata jadi ramai

Di Jakarta, tempat yang ramai dikunjungi gamers adalah Monas, Kota Tua dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sedangkan di Bogor, area yang banyak dicari adalah taman-taman. Mereka datang bukan untuk menikmati pemandangan, tapi untuk berburu monster Pokemon Go.

  1. Para pemain mengabaikan aplikasi lain yang popular

Dalam satu minggu pertama sejak dirilis, Pokemon Go sudah di download 10 juta pengguna. Akibatnya, pemain mulai mengabaikan aplikasi lain.

  1. Demam Pokemon membuat orang aktif bergerak dan menjelajah lingkungan

Bermain Pokemon memang mengajak setiap pemain untuk keluar rumah. Banyak gamers yang sebelumnya hanya diam di ruangan, kini mereka harus mau keluar dan berjalan mencari Pokemon.

  1. Demam Pokemon Go menginspirasi pebisnis lain untuk membuat karakter pokemon

Pokemon Go tidak hanya menginspirasi para gamers, namun juga pelaku bisnis lain. Salah satunya, banyak Chef dunia yang mencoba membuat makanan yang berkarakter Pokemon. Seperti pizza berbentuk Pokeball, dan juga donat berbentuk Pokeball. Selain donat dan pizza, terdapat burger yang dihias berbentuk Pikachu dan juga makaroni yang berbentuk pikachu. (noe)