Bukan Alang Alang Biasa (Membangun Mimpi Bersama Anak Negeri)

0

Bukan Alang Alang Biasa (Membangun Mimpi Bersama Anak Negeri)‘Dari apa yang saya lakukan, saya ingin memotivasi masyarakat, bahwa apa yang saya lakukan tidak susah, saya menikmatinya. Tidak akan miskin karena mengurusi orang miskin, Allah akan mencukupi semuanya’ Didit Hape.

Dalam episode people profile kali ini, Anda kami ajak berkenalan dengan Didit Hari Purnomo atau yang lebih dikenal dengan Didit Hape, founder Sanggar Alang Alang. Alang Alang merupakan komunitas belajar anak-anak jalanan, atau wadah bagi anak-anak yang kurang beruntung, serta terpinggirkan di Surabaya. Bagi Didit, istilah pemberian nama Anak Jalanan sebenarnya kurang etis, mereka lebih pantas disebut sebagai Anak Negeri. Hal ini perlu mendapat perhatian dari masyarakat luas, karena sebenarnya sudah diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945 pasal 34, dimana Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh Negara. Sedangkan negara saat ini lebih sibuk memelihara pegawai negeri, kurang memperhatikan anak jalanan atau anak negeri.

Menurut pria yang pernah mendapatkan penghargaan dari Kick Andy Heroes ini, Ide untuk mendirikan Alang Alang berawal saat dia pulang dari menunaikan ibadah haji. Haji yang mabrur adalah haji yang setelah pulang dari tanah suci, perbuatannya lebih baik daripada yang sebelumnya. Setelah Dia merenung, akhirnya tercetuslah ide untuk berbuat sesuatu untuk anak yatim dan anak dhuafa, dengan mendirikan Sanggar Alang Alang. Dukungan dari masyarakat, pemerintah, pihak swasta, keluarga dan istri tercintanya terus mengalir hingga saat ini, di usia Alang Alang yang sudah 15 tahun. Meskipun awalnya terasa berat dan mendapat banyak cobaan, dengan kesabaran dan keikhlasan, Didit berhasil membangun mimpinya bersama anak negeri.

Nama Alang Alang, mungkin bagi Anda memiliki konotasi makna yang kurang bagus, tapi filosofinya sungguh luar biasa. Alang Alang yang dianggap liar, pengganggu, mudah terbakar, dan tidak bermanfaat, di tangan seniman atau orang-orang yang kreatif akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan karya seni yang indah, begitu juga dengan anak-anak jalanan. Banyak program dan metode yang diterapkan didit untuk anak didiknya, agar hidup mereka lebih baik. Ada 4 hal atau pilar utama yang diterapkan, yaitu pelajaran tentang etika atau sopan santun, estetika yang mengajarkan keindahan dan kebersihan, norma atau aturan, serta agama. Sudah ratusan bahkan ribuan anak jalanan, yang masih dan telah menjadi alumni Sanggar Alang Alang.

Di usianya yang sudah 60 tahun Didit berharap kedepan Alang Alang harus tetap ada, harus lebih eksklusif dan modern, dan tidak hanya di Surabaya tapi di berbagai kota lainnya. Di tahun ini Dia juga mendirikan Mall Scholling, mall yang biasanya identik dengan belanja, dengan programnya ini masyarakat juga bisa berbelanja ilmu. ‘Dari apa yang saya lakukan, saya ingin memotivasi masyarakat, bahwa apa yang saya lakukan tidak susah, saya menikmatinya. Tidak akan miskin karena mengurusi orang miskin, Allah akan mencukupi semuanya’ tegas Didit. Sudah saatnya kita juga perduli dengan anak-anak jalanan yang kurang beruntung dan terpinggirkan, sumbangsih Anda akan membuat mimpi dan masa depan mereka lebih cerah.

Info Sanggar Alang Alang : 081 703 517 979 (Didit Hape)