Ziarah Plus Wisata Edukasi di Makam Soekarno

0

Nama besar tokoh Proklamator Indonesia, Soekarno terus menggema, meski raganya sudah tiada. Ini terlihat dari banyaknya peziarah yang mengunjungi makam Bung Karno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, Blitar, Jawa Timur. Setiap hari diperkirakan ada sekitar 200-500 peziarah, jumlah itu belum termasuk saat weekend. Apa sih yang istimewa dari makam Presiden Pertama RI yang wafat pada 21 Juni 1970 ini ?.

Makam yang berdiri diatas tanah seluas 1,8 hektar ini telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemugaran terakhir dilakukan pada 3 Juli 2004 dan diresmikan Presiden Megawati Soekarno Putri. Makam ini merupakan makam dengan gaya arsitektur Jawa, dimana terdapat Joglo sebagai cirri khas utamanya. Keberadaan Perpustakaan dan Museum Bung Karno makin mengundang peziarah untuk lebih mengenal sosok Presiden Pertama RI yang terkenal dengan pidato-pidatonya yang sarat dengan pesan Patriotik dan Nasionalisme.

Di dalam perpustakaan, peziarah bisa melihat ratusan foto dokumentasi Bung Karno. Bahkan ada juga berbagai kegiatan Bung Karno yang sempat terabadikan dalam lensa.

Kemegahan komplek makam Bung Karno makin terlihat dengan adanya pilar-pilar dan kolam yang berada di tengah. Agar bisa sampai ke makam, peziarah harus menaiki tangga yang cukup tinggi. Sesampai di area makam, peziarah akan melihat batu pualam hitam bertuliskan : “Disini dimakamkan Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.”

Semua lokasi tersebut bisa dinikmati tanpa biaya sepeser pun alias gratis. Inilah yang membuat banyak peziarah datang bersama keluarga atau rombongan. Sebab, selain bisa mengenal lebih jauh dengan sosok pahlawan yang terkenal dengan ajaran ‘JAS MERAH atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah’, para peziarah juga bisa berwisata, karena di sekitar makam banyak dimanfaatkan penduduk sekitar untuk berjualan aneka souvenir tentang Soekarno.

Sungguh liburan yang murah meriah dan sarat dengan wisata edukasi. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan makam Bung Karno bisa mendatangkan PAD untuk Blitar, terutama dari sector pariwisata. Masyarakat sekitar juga mendapat banyak rejeki dari hasil penjualan souvenir dan menyewakan lahan parkir.