YAKIN BERANI Dan SUNGGUH-SUNGGUH

0

YAKIN…. BERANI…. Dan SUNGGUH-SUNGGUH

“Dengan keyakinan pasti ada keberanian. Dengan bekerja sungguh-sungguh pasti ada hasil,” tegas Muhammad Ali, Pemilik Restoran M2M Fried Chicken saat ditemui Iklan Pos, Selasa (23/6).

Meski terkesan sederhana, namun tiga hal itulah yang menjadikan pria kelahiran Pati, 15 Maret 1977 itu sukses mengembangkan bisnisnya. Dalam waktu kurang dari 5 tahun, dia sudah memiliki 12 outlet M2M Fried Chicken yang tersebar di Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Mojokerto, dan Bangil.

Semua itu diraih dengan tidak mudah. Sebelum memutuskan menekuni bisnis kuliner, pria yang akrab disapa Ali ini sudah merasakan berbagai pekerjaan untuk menyambung hidup, seperti jual baju dan makelar mobil. “Hampir 4 tahun hidup saya tidak menentu. Tepatnya sejak saya resign dari ayam goreng Wong Solo,” kisahnya. Waktu itu dia sempat bingung mau kerja apa. Ingin bisnis kuliner tapi dia tidak yakin karena tidak bisa masak. Hingga akhirnya pada tahun 2008, ada seorang Kyai yang menyarankan untuk membuka warung makan. Sampai akhirnya muncul ide membuat Ayam Penyet Godhong di emperan Jl. Pahlawan Sidoarjo. Dengan meracik bumbu sederhana, dia mencoba peruntungannya di bisnis kuliner.

“Setiap malam saya harus dorong gerobak. Sempat nelongso juga sih, sekolah tinggi-tinggi tapi cuma bisa dorong gerobak gini. Saat itu saya berpikir bahwa sudah waktunya untuk kerja cerdas,” ungkapnya.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang teman yang mengajaknya bermitra mendirikan M2M Fried Chicken. Dengan modal semangat, pada pertengahan 2010 berdiri outlet pertama M2M Fried Chicken di Jl. Pahlawan, Sidoarjo. Kehadiran outlet ini ternyata mendapat sambutan baik dan omzetnya pun terus berkembang. Hingga akhirnya dia mengembangkan system kemitraan dan kerjasama dengan pemilik modal untuk mendirikan outlet baru.

“Daripada dananya disimpan di bank yang bunganya kecil, mendingan dikembangkan di M2M yang dalam waktu 3 tahun sudah BEP,” tambahnya. Diakui, tidak semua outlet menguntungkan. Contohnya outlet di Rungkut Surabaya. Dalam 5 bulan pertama dia melihat penjualan yang terus turun. Agar tidak terlalu lama menanggung rugi, dia langsung memindahkan outletnya ke Bangil. Benar juga, sejak buka pertama kali, outlet di Bangil tidak pernah sepi pembeli.

Kini, Ali berusaha menjaga eksistensi bisnisnya. Perlahan namun pasti, dia juga berusaha mengembangkan outletnya hingga bisa mengalahkan restoran siap saji asing. (noe)