Rony Ardiyanto Anak Muda itu Harus Berani Berkarya

0

Tantangan saat ini adalah membangunkan anak muda agar mau ber-wirausaha. Masih banyak anak muda yang masih ‘tidur’ dan belum tahu potensinya. Jadi pada dasarnya, anak muda perlu di SADAR kan agar BERANI berwirausaha, berani berkarya untuk bangsa, negara dan Agama.

Pesan sederhana itu muncul dari seorang Rony Ardiyanto, pengusaha muda yang juga mentor bisnis kepada Iklan Pos, Jumat (11/9). Pemilik Orysu Clothing dan Trainingukm.com ini mengakui bahwa untuk ‘membangunkan’ anak muda ini bukan hal yang mudah.

Ditambahkan, banyak anak muda yang hanya punya rencana mendirikan usaha. Namun mereka tidak berani melangkah dan membuat keputusan. Ujung-ujungnya mereka beralasan tidak ada modal atau uang. “Sadari bahwa modal itu ndak hanya uang. Bisnis dapat dimulai dengan modal kepercayaan dan sangat mungkin atau nyaris tanpa modal, kecuali buat isi pulsa dan beli bensin,” pesan Rony.

Hal terpenting yang dibutuhkan adalah modal keahlian dan semangat. Jika ingin memulai usaha, sebaiknya punya keberanian dan nilai tambah. Dan ketika bisnis sudah berjalan, barulah kita meng- up grade atau mengembangkan ilmu yang sudah ada agar bisnis tersebut bisa tumbuh dan berkembang. Salah satu cara untuk meng-up grade ilmu adalah dengan menjalin relasi dan banyak belajar dari para pengusaha sukses.

Ilmu bisa diperoleh dari siapapun dan dimanapun. Bahkan dari pengalaman seorang pedagang kaki lima pun kita bisa mendapat tambahan ilmu. Dia lantas mencontohkan pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa. Ketika itu dia sempat bertanya pada penjual es legen. Dalam perbincangan sederhana itu baru diketahui bahwa ternyata pendapatan yang diperoleh si penjual es legen dalam sehari mencapai Rp 100 ribu. Jumlah yang sangat besar, pikirnya saat itu.

Sejak itulah dia memberanikan diri membuka bisnis konveksi, mulai dari memproduksi kaos, seragam, jaket, tas, dan topi. “Saya mulai membangun bisnis ini karena melihat ada potensi pasar atau permintaan pembuatan jaket kampus yang berlangsung setiap tahun. Ini yang saya anggap sebagai peluang besar,” jelas sarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di ITS ini.

Untuk meng-up grade ilmu, dia pun ‘berguru’ pada pebisnis yang sudah sukses, salah satunya adalah Danton Prabawanto, seorang pebisnis online. Dari Danton itulah, Rony kemudian mengembangkan bisnisnya melalui online.

Kini, Rony tidak hanya dikenal sebagai pebisnis muda, namun juga mentor bisnis. Banyak perusahaan yang memintanya menjadi mentor atau membimbing anak-anak muda agar mau berwirausaha.

“Tugas saya sekarang adalah membangkitkan semangat dan menyadarkan mindset agar mau berwirausahan dan mandiri sejak muda. Dan setelah seminar dan pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan program mentoring atau pendampingan. Itu tantangannya,” jelas Rony.

Ditambahkan, setiap bisnis mempunyai resiko sendiri-sendiri, siap untung dan harus siap rugi. Jangan hanya mau untung saja, karena kalau rugi malah mudah stres dan berakibat buruk untuk orang lain dan diri sendiri. “Jadilah manusia yang mampu bermanfaat bagi orang lain,” pesannya. (noe)