Mimpi Dibalik Gorengan Girang

0
‘Berbisnis haruslah mempunyai mimpi dan fokus, ketika kita sudah memulai dan masih berada di bawah, yang akan membuat semangat adalah mimpi-mimpi kita’ – Ahmad Luthfi Amrullah –

 

gorengan girangGorengan merupakan kudapan yang banyak diminati oleh masyarakat kita, bisnis gorengan pun begitu menggiurkan. Banyak pebisnis yang melirik peluang bisnis ini, salah satunya adalah Ahmad Luthfi Amrullah, Owner Gorengan Girang (GorGir). Ditangan Luthfi, modifikasi gorengan yang berbahan dasar pisang menjadi banyak diminati pelanggannya. Gorengan Girang menawarkan pisang goreng dengan aneka macam toping yang beragam, seperti Banana Bubbles, Tiramisu, Oreo, Green Tea, Cappuccino, dan aneka rasa lainnya. Awalnya Luthfi memulai bisnis ini dengan menjual Gorengan Girang secara online, kemudian beralih menggunakan gerobak, dan saat ini sudah memiliki 3 gerai di daerah Dharmawangsa, Ketabang Kali, dan Nginden Semolo, Surabaya.

Ide Gorengan Girang berawal saat Sarjana Psikologi ini mengikuti seminar bisnis, disana Dia termotivasi oleh motivasi, bahwa pemula yang mau berbisnis itu harus berpikir sederhana melihat peluang yang ada disekitar. Tidak usah aneh-aneh berpikir ide bisnis, tapi setelah ide itu di dapat, barulah dimatangkan dengan proses berpikir kreatif untuk mewujudkan ide sederhana tersebut. Dia kemudian berpikir bahwa gorengan adalah kudapan yang banyak diminati oleh masyarakat setiap harinya, dan sudah memiliki pasar yang jelas. Kebetulan Luthfi juga sangat menyukai pisang goreng bikinan orang tuanya waktu itu. Luthfi kemudian menggunakan metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), sehingga lahirlah konsep Gorengan Girang dengan pisang goreng yang modern.

Kata Girang dalam brand Gorengan Girang ini dipilih agar membuat orang penasaran karena konotasi dan denotasi maknanya selama ini. Selain itu, kata Girang sebenarnya juga memiliki filosofi arti yang positif, yaitu ‘Gila Rame Banget’. Dari ketiga gerai yang dimilikinya, saat ini Lutfi memiliki 11 orang karyawan. Ketika menjalankan usaha ini, kendala utama yang menjadi hambatan usahanya adalah saat merekrut SDM. Luthfi sendiri tahu bahwa usahanya ini harus dijalankan dengan SDM yang kreatif, karena pengalamannya selama ini yang merintis Gorengan Girang dari awal saat memulainya seorang diri. Sejak lulus SMA, pria yang hobi hiking ini sudah suka berbisnis menjadi entrepreneur, mulai dari jualan souvenir hingga es teh pernah dilakoninya.

Menurut Luthfi setiap pebisnis atau pengusaha harus mempunyai mimpi dan focus dalam menjalankan usahanya. ‘Berbisnis haruslah mempunyai mimpi dan fokus, ketika kita sudah memulai dan masih berada di bawah, yang akan membuat semangat adalah mimpi-mimpi kita’, tegas Luthfi. Motto hidupnya, hidup itu harus bermanfaat, bagaimana kita memberikan manfaat untuk orang lain, serta berbagi dengan siapa pun. Luthfi sangat memperhatikan betul branding dari usahanya ini, banyaknya sosial media yang ada dimanfaatkan sebagai media branding dan pemasaran yang kreatif. Luthfi berharap, beberapa tahun kedepan Gorengan Girang bisa dijumpai di berbagai mall-mall yang ada, serta hidupnya lebih bermanfaat lagi bagi orang lain disekitarnya.