Gali Ide Kreatif agar Bisnis Bisa Berkembang

0

Bisnis kreatif itu tidak ada matinya. Berpegang pada prinsip tersebut, membuat Kuncarsono Prasetyo, Pemilik CV. Sawoong Creative makin optimis dengan perkembangan bisnis yang dijalani.

Awal ketertarikan Kuncar terhadap bisnis kaos Sawoong ini bermula dari kreatifitas. Ceritanya, saat menjadi wartawan di Surabaya, Kuncar kerap membuat desain bergaya heritage alias bangunan kuno. Desain itu kemudian dicetak dalam bentuk kaos dan gantungan kunci. Dengan modal Rp 2,5 juta dari uang tabungan, dia pun membuat kaos di penjahit langganannya.

Perlahan namun pasti, pesanan mulai berdatangan. Saking banyaknya pesanan, Kuncar sampai kewalahan memenuhinya. Kendala terbesar adalah kesulitan memenuhi pesanan sesuai deadline. Akhirnya, pada Juli 2009, dengan modal Rp 15 juta dia membeli mesin potong dan peralatan sablon. “Saya nekat beli peralatan sendiri, karena saya yakin bisnis ini pasti bisa berkembang,” jelas lulusan FISIP SOSIOLOGI Unair yang mengaku bisa desain secara otodidak ini.

Kemampuan desain ini diakui terilhami dari kebiasaan para senior dan teman kuliah seangkatannya yang selalu menuangkan ide-ide dalam desain grafis yang kemudian diaplikasikan ke T-shirt. Sedangkan untuk ciri khas, dia menggunakan keindahan heritage dalam setiap desainnya. “Sejak dulu saya memang suka dengan bangunan-bangunan kuno dan peninggalan bersejarah,” tambahnya.

Kini, pria kelahiran 1 Maret 1977 ini sukses mengembangkan bisnis kreatifnya. Gerai Sawoong Creative sendiri telah tersebar di beberapa lokasim seperti City of Tomorow, Jembatan Merah Plaza, House of Sampoerna, dan Royal Plaza Surabaya.

Tak ketinggalan, workshopnya yang terletak di kawasan Makam Peneleh Surabaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, selain menempati bangunan cagar budaya, rumah tersebut juga terletak di dekat bangunan bersejarah. Antara lain, rumah kelahiran Bung Karno, rumah HOS Cokroaminoto, Masjid Jami Peneleh (masjid tertua kedua di Surabaya yang dibangun pada abad ke-16) dan makam Peneleh yang terkenal menjadi objek fotografi.

“Saya beruntung dapat tempat ini, karena rencananya akan saya bangun cafe dengan interior tempo doeloe. Semua peralatan dan desainnya dibuat mirip jaman dulu. Selain bisa menikmati makanan minuman dan suasana tempo doeloe, pengunjung juga bisa mendapat merchandise dengan desain heritage,” ujarnya optimis.

Ide-ide kreatif inilah yang membuat Kuncar makin yakin dengan bisnis yang dijalani. Bahkan untuk membangkitkan kreatifitasnya, Kuncar kerap melakukan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah, baik di dalam maupun luar negeri. (noe)