Eksotisnya Destinasi Wisata Bengkulu

0
Perbedaan mencolok dengan benteng lainnya seperti Benteng Vredeburg Yogyakarta, dan Benteng Rotterdam Makassar, adalah adanya parit besar yang mengelilingi Fort Marlborough.

wisata bengkuluDalam episode Leisure dalam negeri kali ini, Anda akan kami ajak menikmati pesona destinasi-destinasi wisata yang ada di Bengkulu. Keunikan tempat wisata di Bengkulu dapat Anda temukan dalam sejumlah pesona alam dan peninggalan sejarah yang mempesona. Bengkulu merupakan provinsi terkecil di pulau Sumatra, Provinsi ini terletak di pesisir barat Pulau Sumatra dan berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Bengkulu memiliki banyak destinasi wisata menarik, beberapa diantaranya yaitu Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Soekarno, serta Bunga Raflessia Arnoldy ikon Bengkulu.

 

Pantai Panjang Bengkulu merupakan pantai dengan pasir terpanjang di Indonesia, dengan garis pantai sekitar 7 km. Jarak antara garis pasang dan surutnya sekitar 500 m, adalah jarak yang cukup panjang dan di atas rata-rata pantai pada umumnya. Pantai ini berjarak 3 Kilometer dari pusat kota Bengkulu dan berada dalam 3 kawasan Kecamatan, Kecamatan Ratu Agung, Kecamatan Teluk Segara, dan Kecamatan Ratu Samban. Selain pasirnya yang putih, pohon cemara dan pohon pinus yang tumbuh di sepanjang bibir pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai ini. Keindahan sunset di kawasan pantai panjang ini begitu mempesona, dan menarik untuk di dokumenasikan.

 

Selain pantai panjang yang indah, Bengkulu juga memiliki danau yang namanya unik dengan panorama yang mempesona. Namanya adalah Danau Dendam Tak Sudah, lokasinya berjarak 7 km dari kota Bengkulu, tepatnya di Kecamatan Teluk Segara, Kabupaten Curup. Danau ini airnya jernih dan begitu tenang, pengunjung dapat menyisir danau dengan menggunakan perahu, sambil melihat Anggrek Pensil khas Bengkulu yang dilindungi. Konon nama ‘Dendam Tak Sudah’ diambil berdasarkan cerita tentang muda-mudi yang mengikat janji sehidup semati. Akan tetapi, kisah cinta mereka terhalang oleh orang tua si gadis yang tidak merestui hubungan mereka.

Kota Bengkulu menyimpan dokumentasi perjalanan sejarah dari berbagai pendudukan bangsa asing. Salah satunya Benteng Fort Marlbourugh, benteng yang masih kokoh dan megah ini dibangun semasa pendudukan Inggris ke tanah Bengkulu pada abad ke-18. Benteng peninggalan Inggris ini terbesar kedua  di Asia, setelah Benteng St. George di Madras, India. Perbedaan yang paling mencolok dengan benteng-benteng lainnya seperti Benteng Vredeburg di Yogyakarta, dan Benteng Rotterdam di Makassar, adanya parit besar yang mengelilingi Benteng. Fort Marlborough berada di tengah kota Bengkulu, dimana salah satu sisi benteng menghadap ke Samudra Hindia.

Pada tahun 1938, Presiden Soekarno diasingkan ke Bengkulu oleh Belanda. Rumah kediaman Bung Karno tersebut terletak di Jl. Soekarno Hatta, kecamatan Gading Cempaka, berada di pusat kota Bengkulu. Di dalam rumah pengasingannya ini, masih tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno, desain rumahnya pun masih dipertahankan hingga sekarang. Tidak diketahui kapan rumah ini dibangun. Menurut informasi sebelum digunakan sebagai tempat pengasingan Soekarno, rumah ini merupakan tempat tinggal seorang pedagang keturunan Tionghoa bernama Lion Bwe Seng. Belanda khusus menyewa rumah ini untuk mengasingkan Soekarno di provinsi Bengkulu.

 

Bunga raflessia ini pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi pada tahun1818 saat masa penjajahan pemerintahan Inggris. Bunga ini dianggap bunga terbesar di dunia yang berdiameter kurang lebih 100cm, memerlukan waktu selama 6 hingga 8 bulan untuk tumbuh. Hal yang unik dari bunga terbesar di dunia ini adalah tidak memiliki akar, daun, dan batang. Bunga raflessia adalah tumbuhan parasit, karena tidak memiliki klorofil dan hasutoria. Bunga raflessia banyak tumbuh dan ditemukan di Taba Penanjung I dan Taba Penanjung III, daerah di Kabupaten Kepahiang, dan daerah di Kabupaten Rejang Lebong.