Eksotika Destinasi Wisata Makassar

0
Wallace menyebut tempat ini sebagai kerajaan kupu-kupu, karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di kawasan ini.

 

makassarMakassar adalah kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dan merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Sama seperti kota-kota lainnya di Indonesia, Makassar saat ini juga banyak dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kota yang awalnya bernama Ujung Pandang ini adalah gerbang menuju Indonesia bagian timur, sekaligus pintu menuju petualangan dataran tinggi Tanah Toraja. Selain pesona budaya masyarakatnya yang unik dan menarik, Makassar memiliki banyak destinasi-destinasi wisata eksotis pilihan, seperti Pantai Losari, Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Taman Nasional Bantimurung, serta Malino.

 

Pantai Losari merupakan ikon Kota Makassar, pantai ini terletak di Jantung Kota Makasar, yaitu di Jalan Penghibur sebelah barat Kota Makassar. Losari memiliki keunikan tersendiri, pantai ini dulunya merupakan pantai dengan meja terpanjang di dunia, karena warung-warung tenda yang berjejer di sepanjang tanggul pantai, namun saat ini warung-warung tersebut telah direlokasi ke tempat khusus. Selain dapat menikmati kuliner-kuliner khas Makassar, seperti Coto Makassar, Sop Konro, serta Pisang Epek, disini pengunjung juga bisa melakukan kegiatan seperti memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan sebagainya.

 

Tidak jauh dari Pantai Losari terdapat Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam, benteng ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Gowa Tallo yang dibangun pada tahun 1545. Awalnya benteng ini bernama ‘Benteng Ujung Pandang’ ketika jatuh ke tangan Belanda kemudian berganti nama menjadi Fort Rotterdam, nama ini menjadi populer hingga saat ini. Di dalam kompleks benteng terdapat 13 bangunan dan 5 buah menara, 1 menara berada di pintu masuk, sedangkan 4 buah menara lainnya ada di setiap sudut kawasan benteng. Selain itu, juga ada museum yang disebut Museum La Galigo, berisi koleksi barang sisa kebesaran kerajaan.

 

Selain Fort Rotterdam, Makassar juga memiliki Benteng Somba Opu yang dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX. Pada tahun 1669, benteng ini dikuasai oleh VOC kemudian dihancurkan. Pada tahun 1990, benteng ini direkonstruksi kembali sehingga tampak lebih baik. Saat ini Benteng Somba Opu menjadi objek wisata bersejarah di Kota Makassar, di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan, yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Selain itu, terdapat juga sebuah meriam dengan panjang 9 m dan berat 9.500 kg, serta sebuah museum yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Gowa.

Taman Nasional Bantimurung berada sekitar 45 km dari pusat kota Makassar, taman nasional ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Saat itu, Wallace menyebut tempat ini sebagai kerajaan kupu-kupu, karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di sini. Pengunjung bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu, mulai dari yang masih berupa ulat, kepompong, sampai yang berubah menjadi kupu-kupu, pengunjung juga dapat melihat koleksi kupu-kupu yang telah diawetkan. Bermain flying fox, berenang di kolam, bermain air terjun, serta menjelajahi gua, bisa dilakukan wisatwan saat berkunkung ke taman nasional ini.

 

Malino adalah tempat wisata yang berada di dataran tinggi, dan menawarkan panorama khas pegunungan, kawasan ini berada sekitar 90 km dari pusat kota Makassar. Malino berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut, selama perjalanan menuju Malino, pengunjung akan melewati pemandangan hutan pinus dan batu kapur yang indah. Kawasan ini sudah terkenal sejak zaman Belanda dan dijadikan tempat wisata favorit mereka. Disini juga terdapat banyak air terjun yang indah, yang unik adalah Air Terjun Seribu Tangga dan Air Terjun Takapala. Selain itu pengunjung dapat menikmati perkebunan teh, lembah biru, serta bunker peninggalan Jepang.