Dibalik Kemewahan Perpustakaan di Saint Gallen, Swiss

0

Pernah Terbakar, Namun Bangunan Tetap Utuh

 

Sejatinya, buku adalah jendela dunia. Salah satu tempat untuk membaca dan mendapatkan banyak literasi adalah di perpustakaan.

Di Swiss, yang terkenal sebagai negara yang kaya akan bangunan bersejarah, ternyata juga memiliki sebuah perpustakaan tertua dan terindah di Eropa. Tepatnya adalah di Saint Gallen Swiss.

Tahukah Anda bahwa ternyata banyak biara di Eropa yang memiliki perpustakaan cantik dan bersejarah. Jika menilik situs resmi Perpustakaan Saint Gallen, perpustakaan di Saint Gallen ternyata banyak dikagumi pengunjung karena kecantikannya dan kemewahannya.

Berdiri sejak abad ke-8, Biara Saint Gallen yang dibangun oleh Santo Othmar ini pernah terbakar habis pada tahun 937. Namun ajaibnya, perpustakaan biara ini tetap utuh dan tidak ikut terbakar.

Tak heran jika kemudian perpustakaan biara Saint Gallen disebut sebagai perpustakaan terkaya dan tertua di Eropa. Selain memiliki koleksi yang lengkap, disana juga ada manuskrip yang menceritakan perkembangan arsitektur Eropa. Pada tahun 1755 dan 1768, bagian katedral dan perpustakaan dibanguun kembali dengan gaya baroque.

Pada tahun 1983, UNESCO mengukuhkan perpustakaan dan Biara Saint Gallen sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Keputusan ini membuat perpustakaan yang terletak di Klosterhof 6D dan dibangun oleh arsitek Peter Thumb dianggap sebagai bangunan yang sangat sempurna.

Di bagian balkon perpustakaan, tampak desain berbentuk bunga. Sedangkan di bagian atap perpustakaan terlihat lukisan fresco degan gambar sangat indah dengan basilika St. Peter di Vatikan. Sungguh bangunan yang tidak ada duanya. Perpustakaan ini juga dilengkapi 160 ribu volume buku sejak abad pertengahan delapan.

Setiap harinya perpustakaan ini terbuka untuk umum. Pada hari Senin-Sabtu, perpustakaan buka dari pukul 10.00-17.00 waktu setempat. Dan pada hari Minggu, buka dari pukul 10.00-16.00 waktu setempat.

Biaya masuknya juga cukup terjangkau, yaitu 12 Swiss Franc atau setara dengan Rp 175 ribu. Bisa jadi, harga tersebut setara dengan pengalaman melihat perpustakaan indah dengan berbagai manuskrip bersejarah. Bahkan tidak jarang pula, banyak pengunjung yang datang hanya sekedar untuk mengagumi keindahan bangunan tersebut. (berbagai sumber)