Dibalik Keindahan Museum Bronbeek Belanda

0
Ungkap Kisah Penjajahan Belanda di Aceh

 

“Andai negeri ini tidak dijajah Belanda, tentu kita sudah maju seperti Singapore atau Malaysia, atau bahkan lebih.” Begitulah yang diungkapkan para guru ketika menerangkan penjajahan Belanda.

Keberadaan Belanda memang tidak bisa dilepaskan dengan Indonesia. Hampir 3,5 abad mereka menjajah Indonesia, dan  tentunya banyak kenangan dan kisah bersejarah yang tersisa. Kondisi inilah dimanfaatkan pemerintah Belanda untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan dari Indonesia. Ini terlihat dengan keberadaan Museum Bronbeek yang terletak di kota Arnhem, dan hanya 80 menit perjalanan kereta api dari ibukota Belanda, Amsterdam yang ternyata banyak menyimpan benda-benda bersejarah masa perang Aceh melawan Belanda (1873-1942).

Ketika memasuki areal museum, pengunjung langsung dibuat tertegun dengan pemandangan yang sangat indah dan dipenuhi taman bunga. Wisatawan juga langsung disapa dengan beberapa prasasti ukiran batu dan beberapa patung tentara Belanda, mulai patung perwira sampai patung prajurit KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger).

Digambarkan pula bagaimana serdadu KNIL yang tidak punya rumah tinggal. Mereka bermukim di barak besar beserta keluarganya. Para serdadu tidur bersama pasangan dan anak-anak mereka tanpa penyekat apapun. Jadi bisa dibayangkan bahwa beberapa kegiatan privacy dilakukan dalam satu ruangan bersama keluarga tentara yang lain.

Salah satu peninggalan Aceh yang banyak tersimpan di museum adalah Meriam Aceh. Jumlahnya tidak kurang dari 10 buah dengan berat antara 2.600 kg sampai 7.000 kg. Sangat berat memang. Tak heran jika ada beberapa meriam yang kondisinya sudah agak rusak.

Naik ke tingkat dua museum, dari anak tangga sudah terdengar rekaman suara pidato Soekarno dari tape recorder yang diulang-ulang. Ada juga foto hitam putih bergambar tulisan spandung masa zaman Soekarno berpidato ‘Amerika Kita Setrika – Inggris Kita Linggis’. Di sebelahnya ada layar tancap mini memperlihatkan kapal laut tentara Belanda berlabuh, dentuman meriam mengiringinya seakan mengajak pengunjung larut dalam masa lampau, layaknya fragmen sandiwara dalam film documenter.

Museum Bronbeek ini merupakan museum tertua di Belanda, yaitu sekitar 150 tahun. Museum ini dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863 untuk mengenang jasa-jasa pasukan KNIL. Dinamakan Bronbeek karena ketika dibangun, disekitar museum terdapat sungai asli. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air atau aliran sungai kecil. (berbagai sumber-noe)