Berkeliling Kota Solo dengan Kereta Kluthuk

0
Naik kereta api… tut…tut…tut…

Kutipan lagu diatas seakan mengingatkan kita saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Pemandangan sawah yang terhampar di sepanjang perjalanan seakan menjadi hiburan tersendiri bagi para penumpang. Di Solo, ada sebuah kereta kuno yang sengaja disiapkan untuk kereta wisata, namanya Kereta Uap Jaladara atau Steam Loco Jaladara atau Kereta Kluthuk Jaladara.

Kereta uap ini digadang-gadang sebagai kereta wisata ikonik Kota Solo. Khusus libur panjang Idul Fitri 1436 H pada 17-18 Juli 2015 ini, Pemkot Solo menyeediakan paket Open Trip atau keliling kota Solo dengan menggunakan kereta kluthuk.

Para wisatawan bisa menikmati kota Solo mulai dari Stasiun Purwosari menuju Loji Gandrung, Taman Sriwedari, Stasiun Sangkrah, Gladag Langen Boga km 0 Solo, dan berakhir di Stasiun Purwosari lagi. Dengan jarak sekitar 5,6 km, rute tersebut melewati jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama kota Solo.

 

Salah satu keunggulan dari kereta kuno ini adalah jalur rel yang dilewati adalah kawasan rel kereta yang melintang di tengah kota dan tidak memiliki palang pintu. Bagian interior sengaja didesain senyaman mungkin. Ada menu welcome drink berupa minuman jamu tradisional, jajanan pasar, dan live music selama perjalanan.

Kereta uap Jaladara sendiri merupakan kereta buatan Jerman yang diproduksi pada tahun 1896, terdiri dari satu lokomotif Seri C1218 dan dua gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16. Setelah cukup lama tersimpan di Museum Palagan Ambarawa, baru pada tahun 2009 mulai dioperasikan sebagai kereta wisata di Solo. (noe)