Ada Apa Dengan Rasiyo – Risma

0

Genderang pesta demokrasi sebentar lagi berkumandang. Tepat 9 Desember 2015 nanti, masyarakat Surabaya akan mengetahui siapakah pemimpin mereka yang akan membawa Surabaya menjadi lebih maju dan berkembang. Ada dua pasangan yang sudah mendaftar, yaitu Rasiyo – Lucy Kurniasari dan Tri Rismaharini – Wisnu Sakti Buana.

 

RASIYO

Sebelum maju sebagai Calon Walikota, nama Rasiyo sangat akrab dalam dunia pendidikan, terutama di Jawa Timur. Bisa jadi, sebab mantan guru di SMP PGRI itu pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Jawa Timur.

Pengalaman selama bertahun-tahun dalam dunia pendidikan inilah yang menjadi modal utama pasangan nomer urut 1 ini untuk mendapatkan suara dari warga Surabaya. “Saya masuk Surabaya dan menjadi guru sejak tahun 1975. Tentunya ini menjadi modal saya karena banyak murid dan tenaga pendidik yang memiliki ikatan emosional,” tegas Rasiyo usai mendaftar di kantor KPU Surabaya.

Tidak hanya itu, Rasiyo juga aktif sebagai Ketua Harian Pramuka dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sama halnya dengan Risma, Rasiyo tidak pernah berkecimpung dalam dunia politik. Dia hanya ‘dilamar’ oleh partai politik dan diminta menjadi Calon Walikota Surabaya.

Kampanye ‘MOVE ON(e)’ ala Rasiyo

Strategi kampanye mulai dilakukan pasangan nomer urut 1 ini. Salah satunya dengan mencanangkan Kampanye MOVE ON(e). Tagline ini mengambil dari kata move on yang artinya bangkit. Bersama pasangannya, Rasiyo, melakukan pendekatan ke beberapa elemen masyarakat. Tidak hanya dalam dunia pendidikan, namun juga kelompok-kelompok kecil yang ada di Surabaya.

Sedangkan jika dilihat dari program, ada 12 program yang sudah disiapkan, diantaranya adalah mengembangkan hutan kota dan mengembangkan prestasi olahraga di Surabaya.

 

TRI RISMAHARINI

Wanita yang akrab disapa Risma ini memang sangat akrab di telinga masyarakat Surabaya. Sebab Risma adalah calon incumbent yang sudah mengetahui bagaimana dan apa yang dibutuhkan masyarakat Surabaya.

Sebelum menjadi Walikota Surabaya periode 2010-2015, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya. Dibawah kepemimpinannya, Surabaya berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan.

Banyak prestasi yang sudah diraih selama menjadi Walikota Surabaya, diantaranya :

  1. Kota terbaik se-Asia Pasifik versi Citynet pada tahun 2012
  1. Penghargaan kota berkelanjutan ASEAN, Environmentally Award 2012
  2. Masuk dalam nominasi 10 wanita paling inspiratif 2013, versi Majalah Forbes pada tahun 2012
  3. Meraih 2 kategori penghargaan tingkat Asia Pasifik dalam ajang FutureGov Award 2013
  4. Taman Bungkul mendapatkan penghargaan pada tahun 2013 The Asian Townscape Award dari PBB
  5. Risma mendapatkan penghargaan Mayor of the Month sebagai Walikota Terbaik pada Februari 2014
  6. Mendapatkan penghargaan Socrates Award kategori Future City dari European Business Assembly (EBA) pada April 2014

 

Kampanye ‘BELANJA MASALAH’ ala Risma

Selama masa kampanye dalam sebulan terakhir, Risma justru memilih untuk berkeliling kampung sambil ‘belanja masalah’. Dalam kegiatannya, Risma menghimpun keluh kesah warga Surabaya selama lima tahun kepemimpinannya. Keluh kesah tersebut kemudian ditabulasi dan dicarikan jalan keluarnya.

Risma sangat senang karena solusi sebagian dari permasalahan tersebut sudah terjawab dalam program-program yang dibuatnya, missal permasalahan saluran air dan pendidikan.

Siapakah dari kedua pasangan ini yang akan memimpin Surabaya selama periode 2015-2019? Jawabannya ada di tangan masyarakat Surabaya. Pastikan Anda berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi pada 9 Desember 2015 nanti.