Apa kabar surabaya

0

Halooooo…. Apa Kabar Surabaya

Keindahan sebuah kota tidak hanya membuat nyaman warganya, namun juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Pembenahan inilah yang kini banyak dilakukan pemkot Surabaya untuk mempercantik wajah kotanya.

Dalam setahun terakhir saja, banyak tempat atau gedung yang mengalami perubahan fungsi, dan pastinya makin memanjakan warga Surabaya dalam memenuhi kebutuhannya. Iklan Pos mencoba merangkum beberapa gedung yang sudah dan akan mengalami perubahan fungsi dan peruntukkannya bagi masyarakat Surabaya.

  1. Gedung Siola

Gedung yang dulunya bernama White Laidlaw ini pernah digunakan pejuang Indonesia untuk menahan serangan sekutu. Setelah masa kemerdekaan, gedung yang terletak di Jl. Tunjungan ini menjadi pusat perbelanjaan terbesar. Namun pada akhir 1998 Siola ditutup. Pada tahun 1999 beroperasi kembali dan berubah nama menjadi Ramayana Siola dan beberapa tahun terakhir berubah lagi menjadi Tunjungan City. Karena sepi pengunjung, akhirnya Pemkot mengambil alih Siola dan kini peruntukkannya dipakai sebagai Museum Surabaya.

  1. Taman Remaja Surabaya (TRS)

Taman hiburan yang satu ini memang masih berfungsi sebagai tempat bermain. Ini terlihat dari banyaknya wahana permainan untuk anak dan remaja. Bahkan pada waktu-waktu tertentu banyak rombongan sekolah yang membawa muridnya untuk meramaikan aneka perlombaan yang diadakan pengelola gedung. Meski sekilas terlihat ramai tapi belum mampu menutup biaya operasional. Itulah yang membuat Pemkot Surabaya turun tangan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang masa sewa pengelolaan lahan TRS pada pihak swasta. Kabarnya, pemkot akan membuka kesempatan pengelola lain yang mampu menghidupkan suasana tempat hiburan di TRS.

  1. Hi Tech Mall

Hampir sama dengan TRS, Pemkot Surabaya tidak akan memperpanjang kontrak kerja dengan pengelola pusat penjualan IT yang diklaim terbesar dan terlengkap di Surabaya. Perjanjian kerjasama akan berakhir pada tahun 2019, dan setelah itu Pemkot berencana menata ulang Hi-Tech Mall dan mengubah fungsinya menjadi kampung seni. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk menghidupkan kembali gedung Taman Hiburan Rakyat (THR) yang berada di belakang gedung Hi Tech Mall.

Memang, sebelumnya gedung ini dikenal sebagai THR Mall. Persis di belakangnya terdapat THR yang hampir setiap malam menampilkan berbagai kesenian tradisional Jawa Timur, khususnya Surabaya, seperti wayang orang, ludruk, dan srimulat. Namun sejak menjadi Hi Tech Mall, keberadaan THR seakan mati suri. Banyak seniman yang kehilangan pekerjaan karena tidak memiliki penonton. Akibatnya, THR hampir mirip gedung tua tanpa penghuni yang sebagian bangunannya sudah hampir roboh. Rencananya Pemkot akan mengembalikan kejayaan THR dan THR Mall agar nasib para seniman bisa kembali bangkit dan mengajak masyarakat Surabaya untuk mencintai kesenian tradisionalnya.