Peluang Bisnis Jasa Kebersihan Selama Lebaran, Permintaan Banyak, Penawaran Sedikit

0
Young woman cleaning kitchen

Budaya mudik yang terjadi menjelang Lebaran ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis jasa kebersihan. Bisa jadi, sebab banyak masyarakat termasuk asisten rumah tangga (ART) yang memilih mudik, akibatnya majikan mereka yang tidak mudik akan mencari tenaga jasa kebersihan musiman yang hanya bekerja selama ART-nya mudik.

“Biasanya pesanan paling banyak itu H-7 dan H+7. Saat itu banyak orang kebingungan cari tenaga untuk membersihkan rumah setelah ditinggal liburan,” jelas Lexi Pranata, Pemilik Resiek Apiek Cleaning Service kepada Iklan Pos, Senin (20/6). Apalagi saat ini permintaan tidak hanya berasal dari rumah tangga, namun juga perusahaan, hotel, pertokoan dan pemilik bangunan yang lain.

Namun demikian,  ada sedikit pergeseran trend dalam 3 tahun terakhir. Kalau sebelumnya pesanan jasa tenaga kebersihan bisa berhari-hari, namun sekarang permintaan hanya sehari dan biasanya sekitar H-7 dan H+7. Menurutnya, perubahan trend ini disebabkan dua hal, yaitu factor liburan dan tariff jasa kebersihan yang lebih tinggi dibanding hari biasa.

“Misal, pembantunya mudik seminggu. Nah, daripada di rumah bingung ngurusi pekerjaan rumah, akhirnya mereka milih liburan. Nah, pas pulang nanti mereka bingung cari tenaga untuk membersihkan rumah, sampai pembantunya datang,” kisahnya.

Diakui, perubahan trend ini bisa dimaklumi karena sekarang ini banyak pilihan obyek wisata dan penawaran akomodasi murah. Banyaknya hotel budget dan apartemen membuat orang lebih suka menghabiskan waktu di hotel daripada di rumah.

“Ini adalah bisnis kepercayaan. Kalau kita sekedar kirim orang untuk membersihkan rumah saja nggak masalah. Tapi dalam bisnis ini yang utama adalah kepercayaan dan kejujuran. Tidak semua orang mengijinkan orang lain masuk ke rumahnya. Makanya sebelum mengirim karyawan, saya harus training mereka dan pastikan bahwa mereka benar-benar jujur,” jelasnya.

Kepercayaan ini sangat dibutuhkan karena saat ini muncul banyak pesaing. Rata-rata diantara mereka berani memberi harga lebih murah, tapi kalau terjadi sesuatu, mereka tidak memberi garansi atau pertanggung jawaban. Diakui, kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengancam kelangsungan bisnis mereka. Apalagi saat ini Lexi melihat peluang bisnis jasa kebersihan sangat terbuka lebar, seiring dengan banyaknya bangunan tinggi. “Demand sangat banyak, tapi supply-nya masih kurang. Cari orang yang jujur dan benar-benar mau kerja itu sulit. Justru itu tantangannya,” pungkasnya. (noe)