Merias Sejak Usia 13 Tahun

0

a1Kalau kita ingin sukses dengan apa yang kita cita-citakan, kita harus berani memperjuangkan- nya, karena ketika kita berani bermimpi, kita juga harus berani mewujudkannya.

Inovasi dan kreativitas mengembangkan produk dalam sebuah bisnis  memang sangat diperlukan, seperti halnya yang dilakukan oleh Ristya Stefanie, owner dari Ristya Stefanie Make Up & Wedding Design. Dengan semangat dan ketekunan yang dimiliki, ahirnya Ristya dapat mewujudkan mimpi dan hobinya untuk menjadi seorang perias yang bisa dikenal masyarakat, karena karya-karyanya. Inovasi yang dilakukan oleh alumnus Broadcast TV, fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra Surabaya ini, menjadikan batik sebagai busana pengantin. Selain merupakan warisan budaya bangsa, menggunakan batik dalam Wedding Design merupakan suatu hal yang baru dan unik.

Bakatnya sebagai perias sudah ada sejak kecil, Ristya kecil terinspirasi oleh Mamanya yang merupakan tipikal orang yang suka berdandan. Sejak usia 13 Tahun Dia sudah dipercaya untuk merias, oleh orang-orang yang ada dilingkungannya saat itu. Sedangkan bakatnya dalam berbisnis dimulai sejak Dia duduk dibangku kuliah, mulai dari bekerja di sebuah Event Organizer (EO) sampai menjadi Marketing di salah satu perusahaan asuransi pernah dijalaninya. Saat menjadi Marketing dirinya ditempa agar bisa menjual sebuah produk, dari sinilah Ristya mulai belajar, bahwa percuma kita punya keahlian yang bagus, kalau kita tidak bisa menjualnya.

Meskipun belajar secara otodidak dalam hal make Up & Wedding Design, kemampuannya tidak diragukan lagi oleh klien-kliennya, karena Dia berusaha memberikan karya-karya nyata yang bagus, demi kepuasan pelanggan. Masa-masa sulit dialaminya ketika banyak yang meragukan kemampuannya ini, karena usianya yang masih muda, Ristya dianggap kurang berpengalaman. Menghadapi hal tersebut, lajang yang lahir di Surabaya 25 tahun yang lalu ini tetap optimis dengan usahanya, bahwa kualitaslah yang nantinya berbicara. Oleh karena itu seiring berjalannya waktu, pelanggannya terus bertambah, dan saat ini namanya banyak dikenal masyarakat.

Modal yang ditanamkan untuk usaha ini awalnya diperkirakan akan kembali setelah 5 tahun, tapi diluar perkiraan dalam waktu1,5 tahun sudah kembali. Kedepan Ristya berharap bisa mengembangkan usahanya di Ibu Kota, karena permintaan dari sana juga banyak, apalagi permintaan dari kota lain seperti Bandung, Balikpapan, Banjarmasin, dan sebagainya. ‘Kalau kita ingin sukses dengan apa yang kita cita-citakan, kita harus berani memperjuangkannya, karena ketika kita berani bermimpi, kita juga harus berani mewujudkannya. Dan ketika kita sudah dipuncak kesuksesan janganlah arogan, karena arogan merupakan awal dari kejatuhan’, tegas wanita yang mempunyai hobi membaca komik ini.