Menerka Keberuntungan di Tahun Kelinci dan Pernak Pernik Hari Raya Imlek

0

gongTahun baru Imlek 2562 tahun ini jatuh pada tanggal 03 Februari. Imlek secara tradisi telah diperingati oleh masyarakat Tionghoa seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Tahun baru ini merupakan tahun kelinci.
Dalam zodiak China merupakan tahun kelinci emas. Dalam zodiak China, kelinci adalah simbol nomor empat dalam lingkaran 12 binatang yang mewakili setiap tahun dalam kalender China. Tahun Kelinci adalah tahun yang damai, tahun ini lebih dinantikan ketimbang Tahun Macan. Berbeda dengan Naga, Anjing, Macan atau pun Ayam, yang senang bertarung sekali-sekali, Kelinci sama sekali tak suka “berperang”.
Kelinci dalam mitologi Cina (Fengshui) merupakan lambang umur panjang dan dikatakan sebagai turunan Bulan. Tidak mengherankan bila orang yang lahir pada tahun Kelinci tergolong paling beruntung di antara kedua belas shio lainnya. Kelinci juga melambangkan keanggunan, sopan-santun, nasihat baik, kebaikan dan kepekaan terhadap segala bentuk keindahan. Perkataannya yang lemah-lembut, dan gerak-geriknya yang luwes tetapi cekatan justru membentuk tipe watak yang diperlukan bagi diplomat yang sukses atau politikus yang piawai.
Di tahun Kelinci, sisi bisnis akan mengalami kemajuan pesat dengan didukung banyak faktor keberuntungan. Melihat dari gerak kelinci yang cepat dan tidak terarah, anda dituntut fokus dan banyak meminta nasihat kepada orang yang lebih berpengalaman.

ragamPernak Pernik Perayaan Imlek
Perayaan hari raya Imlek identik dengan warna merah, yang memiliki arti khusus bagi warga Tionghoa. Warna merah merupakan lambang semangat baru yang menyala-nyala di awal tahun baru. Hari raya Imlek juga menjadi momentum untuk memperbaharui diri, dalam arti meningkatkan pembinaan diri sebagai upaya mengamalkan kebajikan dalam kata dan perbuatan secara bersungguh-sungguh.
Hari raya Imlek dirayakan dengan berbagai macam cara dan tradisi. Namun demikian, beberapa pernak pernik barang kebutuhan imlek telah ramai dijual satu bulan sebelumnya. Beberapa pernak-pernik kebutuhan Imlek adalah Lampion, aneka gantungan, pohon rezeki, dan yang tak kalah penting angpau dan kebutuhan sembahyang serta kue keranjang dan dodol.
Lampion, konon berasal dari zaman dinasti Xi Han 西汉(Tahun 206SM – 9M), sebagaimana dikutip sosbud.kompasiana.com, sejak zaman Han hingga Tang, lampion sebagai simbol penyambutan hari raya Imlek. Lampion telah menjadi tradisi bagi orang Tionghoa sebagai simbol kebahagiaan, yang dipasang untuk event-event kegembiraan berwarna merah, dan lampion putih terbuat dari rangka bambu untuk simbol bela sungkawa
Kue Keranjang, kueh keranjang (Nian Gao) atau kue kranjang ( tii Kwee ) merupakan kue yang wajib ada saat perayaan Imlek. Nian berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi. Oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Kue Keranjang berbentuk bulat mengandung makna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.
Bunga Mei Hua, di negeri Tiongkok dikenal terdapat 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Bunga Mei Hwa adalah pertanda datangnya musim semi. Itulah sebabnya terdapat tradisi di masyarakat Tionghoa, menggunakan bunga ini sebagai hiasan di rumah ketika Imlek tiba, sehingga terkesan suasana yang sejuk, nyaman dan indah.
Angpao, menurut Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Budi Santosa Tanuwibawa,  sebagaimana dikutip dari kompas.com, angpau memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. “Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke tidak mampu, dari orangtua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua,” ujarnya. Angpau, lanjutnya, tradisi Tionghoa yang telah berlangsung sejak lama. Dalam tradisi Konghucu, pemberian angpau dilakukan tujuh hari menjelang Tahun Baru Imlek. “Harinya disebut Hari Persaudaraan. Ini mewajibkan orang yang merayakan Tahun Baru Imlek membantu sesama yang tak mampu merayakannya,” ujarnya.
Sebagaimana dilansir psmti-pusat.org, Pada hari raya Imlek apabila keadaan memungkinkan bisa memasang mercon yang menunjukan kegembiraan dan rejekinya meledak, bagi keluarga yang mampu dapat dirayakan dengan mengundang barongsai (wushi atau xingshi) untuk disaksikan sanak saudara dan kerabat yang datang berkunjung ke rumah. Mengundang barongsai mempunyai makna mengundang rejeki, dan menolak bala.