Membangun Citra Perusahaan

0

a1(Peran Humas Dalam Sebuah Perusahaan)

Keberhasilan tugas-tugas yang dilakukan Humas, akan menentukan sukses atau tidaknya misi dari sebuah perusahaan.

Citra positif merupakan syarat mutlak bagi sebuah perusahaan yang ingin sukses, tumbuh dan berkembang. Citra yang baik merupakan perangkat kuat, bukan hanya untuk menarik konsumen dalam memilih produk atau perusahaan, melainkan juga dapat memperbaiki sikap dan kepuasan pelanggan terhadap perusahaan.

Citra perusahaan menggambarkan nilai, kepercayaan dan produktivitas perusahaan, sehingga menghasilkan reputasi positif di mata publik. Citra perusahaan yang positif dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap perusahaan, bertanggung jawab untuk meningkatkan penjualan dan bisnis bagi perusahaan.

Membangun citra perusahaan membutuhkan proses yang panjang, karena citra merupakan semua persepsi yang dibentuk oleh konsumen, dengan cara memproses informasi dari berbagai sumber sepanjang waktu. Citra perusahaan dapat dikatakan sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri, terhadap sebuah perusahaan. Citra perusahaan dibentuk oleh masyarakat, dari upaya komunikasi dan keterbukaan perusahaan dalam usaha membangun citra yang positif. Humas (Hubungan Masyarakat) atau yang biasa disebut dengan PR (Public Relations), berperan besar akan hal ini.

Sebagai ujung tombak perusahaan, Humas memiliki peran yang sangat penting sekali dalam membangun dan memelihara citra yang positif. Humas bagi perusahaan menjadi komunikator secara langsung maupun tidak langsung, menyampaikan apa yang menjadi kebijakan perusahaan, dan memberi informasi kepada khalayak yang membutuhkan informasi perusahaan tersebut. Informasi yang disampaikan bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan, lewat berbagai media yang ada, seperti media cetak atau media elekronik. Humas selain membangun relasi terhadap internal dan eksternal perusahaan, juga berfungsi sebagai Back Up Management.

Yang dimaksud membangun relasi yaitu, membina hubungan perusahaan dengan khalayak (eksernal) dan karyawan (internal), agar hubungan baik tetap terjaga, sehingga dapat menciptakan pengertian, kepercayaan, dukungan, kerjasama, serta toleransi antara pihak-pihak yang dituju. Sebagai Back Up Management, Humas berperan sebagai penunjang atau pendukung keberhasilan management secara keseluruhan, seperti dalam kegiatan promosi, pemasaran, operasional perusahaan, sumber daya manusia, dan sebagainya. Keberhasilan tugas-tugas yang dilakukan Humas, akan menentukan sukses atau tidaknya misi dari sebuah perusahaan.

Humas membantu para manager agar ‘Well Informed’, yaitu mendapat informasi yang cepat dan hangat tentang situasi terbaru, termasuk perubahan opini di masyarakat. Selalu menjaga para manager dari reaksi yang kurang menyenangkan, dari masyarakat terhadap aktivitas perusahaan. Mampu memberikan saran yang dapat mempersuasi masyarakat luas, guna meredam reaksi yang kurang menyenangkan. Seorang Humas harus memiliki sikap mental yang baik, luwes tetapi lugas, jeli, suka belajar, mempunyai pergaulan yang baik dengan internal dan eksternal perusahaan, serta notabene dekat dengan pimpinan.

Mengingat Humas adalah seni dan butuh penjiwaan, dituntut kejelian dalam merekrutnya, karena Humas adalah corong dan duta perusahaan. Kelas perusahaan akan tercermin dari performance Humasnya. Jika tidak serius maka Humas hanya akan menjadi aksesoris, tidak jarang mereka turut beternak dan melahirkan masalah, inilah harga harus dibayar dari rekrutmen humas yang tidak terseleksi. Citra perusahaan merupakan salah satu aset terpenting yang selayaknya terus menerus dibangun dan dipelihara. Ketika membangun citra perusahaan, perusahaan dapat membedakan dirinya dari perusahaan kompetitor dengan reputasi yang baik.