Memaksimalkan Ruang Dengan Partisi

Memaksimalkan Ruang Dengan Partisi

18

partisiDalam sebuah rumah, kadang kita memerlukan ruang untuk dibagi menjadi fungsi berbeda, semisal ruang tamu dan ruang keluarga, ruang makan dan dapur, atau sebuah kamar besar yang bisa dibagi menjadi dua untuk putra-putri Anda. Dalam membagi sebuah ruang, bila tidak membuat tembok atau sekat permanen, kita bisa menggunakan partisi, yang dibuat dari berbagai jenis material seperti kayu, multipleks, kaca, dan sebagainya, tentunya dengan berbagai bentuk yang menarik dan menunjang estetika rumah kita.
Pembatas ruangan atau partisi adalah situasi yang diciptakan untuk menghasilkan perbedaan area di dalam sebuah ruangan. Tak harus dengan furnitur penyekat secara khusus. Partisi juga dapat dibentuk dan perbedaan ketinggian, warna, cahaya atau material. Jika harus dibuat pembatas khusus, dapat digunakan material murah meriah yang dapat diracik dengan sentuhan ide kreatif. Dengan adanya ruang yang terbentuk berkat partisi, Anda pun dapat menggunakan ruang dengan nyaman sesuai peruntukan.
Konsep awal partisi adalah membagi ruang menjadi ruangan-ruangan yang berbeda fungsi. Pembagiannya dilakukan dengan cara memberi batas antar ruang berupa sekat masif atau memberi batas-batas area yang dapat dirasakan secara psikologis. Sekat masif dapat berupa dinding tembok yang terbuat dan material batu bata, dinding kayu, atau gypsum, Sementara batas-batas psikologis dapat dihadirkan melalui pengelompokan furnitur, perbedaan ketinggian lantai, warna, atau intensitas cahaya.
Penggunaan partisi sebagai pembatas ruangan dimana ruangan satu dengan yang lainnya mempunyai fungsi yang berbeda. Selain fungsi pembatas ruangan, partisi juga dapat difungsikan sebagai aksen dekoratif untuk mengkonsep interior seperti Backdrop sehingga keberadaannya dapat membuat kesan lebih hidup suatu ruangan,kesan kosong dapat dihindari berkat hadirnya backdrop.
Sebagai tempat penyimpanan, adalah fungsi lain dari partisi, dengan ketebalan tertentu partisi dapat diberikan cerukan terbuka ataupun cerukan berpintu sehingga menyerupai bufet atau almari yang mempunyai desain dua muka sehingga ruangan yang berada didepan dan dibelakangnya menjadi terlihat lebih menarik. Berbeda dengan dinding, kalau dinding juga merupakan partisi, tetapi mempunyai fungsi lebih,yaitu sebagai pondasi dan penguat bangunan dan kekurangannya adalah sifatnya yang permanen.
Dengan desain yang variatif, partisi hadir dengan berbagai material seperti kayu, rotan, kaca, bambu, kain panel, aluminium dan lain sebagainya. Penggabungan material tersebut diharapkan bisa menghasilkan tampilan partisi yang cantik sehingga dapat menjadi elemen penunjang interior.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply

Current ye@r *