Lezatnya Berbisnis Ikan Sidat

0

Ikan Sidak

Permintaan ikan sidat yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan, oleh karena itu ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini, kini semakin diminati para pebisnis.

Budidaya ikan Sidat merupakan salah satu bisnis yang sangat menggiurkan dan menjanjikan, serta memiliki prospek yang bagus. Ikan sidat sangat diminati pasar dunia, terutama negara-negara seperti Jepang, Hongkong, Korea, China, dan Taiwan. Seperti dilansir dari portal Kementerian Kelautan dan Perikanan, permintaan ikan sidat di pasar internasional saat ini mencapai lebih dari 300 ribu ton pertahun. Dari total angka tersebut, hampir separuhnya merupakan permintaan Negara Jepang. Dalam bahasa Jepang ikan sidat dikenal dengan nama Unagi, yang secara tradisional juga dikenal dengan makanan yang menyehatkan dan bercitarasa tinggi.

Ikan Sidat atau Unagi merupakan jenis ikan yang sangat mirip dengan ikan belut, ikan yang memiliki nama latin Anguilla ini sering disebut sebagai belut bertelinga. Ikan ini merupakan makanan yang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi mereka yang mengkonsumsinya, terutama masyarakat di Jepang. Sidat merupakan ikan yang tinggal di dasar perairan, jenis ikan ini menyebar hampir di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam. Di perairan darat, ikan sidat hidup di perairan estuaria seperti laguna, dan perairan tawar seperti sungai, rawa dan danau, yang berada di dataran rendah, hingga dataran tinggi.

Dari berbagai jenis ikan sidat yang ada di perairan Indonesia, ada enam jenis namanya sudah populer, yaitu jenis Mormorata, Celebensis, Ancentralis, Borneensis, Bicolor Bicolor dan Bicolor Pacifica. Ikan sidat di Indonesia banyak ditemukan di daerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam seperti pantai selatan Pulau Jawa, pantai barat Sumatera, pantai timur Kalimantan, pantai Sulawesi, pantai kepulauan Maluku dan Irian Barat. Selain mengandalkan tangkapan alam, ikan sidat saat ini banyak dibudidayakan, karena permintaan ekspor ikan ini terus bertambah setiap tahunnya. Indonesia merupakan penghasil ikan sidat terbesar di dunia.

Saat ini harga ikan sidat untuk kualitas ekspor mencapai Rp. 300.000 hingga Rp. 600.000 per kilogramnya, sungguh merupakan harga yang sangat menggiurkan. Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Di restoran Jepang harga satu porsi kecil masakan berbahan dasar ikan sidat bisa mencapai Rp. 400.000 hingga Rp. 800.000, bahkan di restoran-restoran tertentu harganya bisa lebih.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengembangkan dan mendorong masyarakat agar membudidayakan ikan ini, karena sidat memiliki nilai tambah yang lebih jika dibudidayakan. Permintaan ikan sidat yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan, oleh karena itu ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini, kini semakin diminati para pebisnis di Indonesia, apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat. Permintaan sidat untuk pasar lokal seperti restoran dan supermarket-supermarket di beberapa kota besar di Indonesia juga cukup tinggi, hal ini juga menambah peluang usaha untuk bisnis ini.

Membudidayakan ikan sidat ini juga tidak terlalu sulit, dan modalnya pun tidak terlalu besar. Di Indonesia saat ini budidaya dan prospek bisnis ikan sidat gencar disosialisasikan, dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan workshop, yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bagi Anda yang suka berbisnis, budidaya ikan sidat ini memiliki prospek yang bagus dan sangat menggiurkan. Anda bisa mendapatkan informasi budidaya dan prospek mengenai ikan sidat melalui buku dan internet, atau mengikuti pelatihan, serta workshop yang ada.