Komunikasi Pemasaran Terpadu

0

1Komunikasi Pemasaran Terpadu bersifat one-voice, walaupun elemen komunikasi pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih konsumen, namun semua itu harus dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada elemen-elemen berbeda tersebut, komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat menimbulkan hasil penjualan yang baik.

Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat seperti sekarang ini, penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC / Integrated Marketing Communication) yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi sebuah usaha atau perusahaan. Memasuki awal tahun 1990-an, kegiatan bisnis khususnya pemasaran, tidak lagi mengacu pada strategi pemasaran tradisional, melainkan lebih mengacu pada strategi pemasaran modern, dengan mengacu pada Komunikasi Pemasaran Terpadu. kehadiran Komunikasi Pemasaran Terpadu ini, tidak hanya menggunakan iklan sebagai medianya, melainkan juga menggunakan PR (Public Relations).

Komunikasi Pemasaran Terpadu adalah sebuah proses perencanaan marketing komunikasi yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif, untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relations, advertising, direct selling, sales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum. Komunikasi Pemasaran Terpadu yang sering disebut dengan IMC, merupakan sebuah proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakkan brand value.

Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai proses dari pengelolaan customer relationships yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara spesifik, IMC dapat diartikan sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang, dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder, dengan mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini, serta menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka. Konsep dasar dari IMC adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.2

Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong brand relationship. Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand relationship yang positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan. Untuk mengerti IMC, kita harus memahami pengertian dasar dari pemasaran, karena fungsi-fungsi IMC sendiri berada dibawah payung pemasaran.

Seperti halnya pemasaran, IMC sendiri merupakan konsep sekaligus proses, dalam konsepnya, IMC menciptakan customer dan brand equity, sedangkan dalam prosesnya me-manage hubungan jangka panjang dengan customer. Ketika kita mengirimkan berbagai jenis pesan kepada berbagai jenis orang, semua isi pesan yang datang dari kita mempunyai konsistensi yang membuat penerimanya tahu bahwa pesan ini datang dari kita, bukan dari orang lain. Dalam IMC pun, konsistensi juga diperlukan agar brand image dapat menancap kuat dalam benak konsumen.

Tujuan yang ingin dicapai IMC adalah untuk memengaruhi masyarakat dengan elemen promosinya sampai ke tingkat memberi informasi, membujuk, serta membeli produk yang kita tawarkan. Elemen promosi yang digunakan terbagi atas soft sell dan hard sell. Soft sell berupa Advertising, Public Relations, Coorporate Social Responsibility (CSR), Interactive Marketing yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen ke tingkat informatif dan persuasif, sedangkan hardsell berupa personal selling, direct marketing, sales promotion untuk memengaruhi konsumen membeli produk yang ditawarkan.

Perlu pendekatan menyeluruh (holistik) terhadap kesuksesan pemasaran produk dan jasa apa pun. Dengan IMC, Anda dapat merancang dan mengintegrasikan kegiatan pemasaran, promosi (iklan), dan hubungan media dalam satu rangkaian proses, semua itu untuk mensinergikan masing-masing output kegiatan, agar hasil akhir secara keseluruhan menjadi optimal.