INDUSTRI BERBASIS KERAMAHTAMAHAN

0

(Hospitality Merupakan Industri Berbasis Keramahtamahan Dan Pelayanan)

a1Industri Hospitality di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, semakin banyaknya perusahaan yang terjun di dunia ini, membuat persaingannya semakin ketat. Persaingan yang semakin ketat itu, selain didorong oleh banyaknya pelaku bisnis, juga dipicu oleh tuntutan konsumen yang semakin tinggi terhadap layanan yang ditawarkan. Industri Hospitality memang erat kaitannya dengan layanan terhadap konsumen, karena itu perusahaan harus benar-benar tahu apa yang diinginkan oleh konsumen, terhadap pelayanan dan keramahtamahan yang ditawarkan.

Istilah Hospitality bagi beberapa kalangan memang belum familier, banyak yang mengaitkan istilah ini dengan bisnis yang berhubungan dengan dunia rumah sakit (hospital). Hospitality dalam industri ini justru lebih dekat dengan dunia HOREKA (Hotel, Restoran dan Kafe), meskipun juga banyak usaha lainnya yang bisa dikategorikan dalam industri ini. Hospitality sendiri menurut arti katanya adalah ‘keramahtamahan’, dalam konteks industri atau perusahaan dan konsumen, kata ini diterjemahkan sebagai bentuk pelayanan.

Mengingat industri ini tidak memiliki produk atau jasa yang bisa dijual secara massif, kebanyakan aktivitas marketing yang dilakukan tidak segencar aktivitas yang dijalankan pada industri lain. Kegiatan pemasaran dilini bawah nampak mendominasi dalam bisnis Hospitality, mereka lebih mengandalkan Below The Line (BTL), termasuk mengembangkan program Customer Relationship Management (CSR) serta membentuk divisi Public Relations (PR), yang bertugas membangun brand dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Menurut Odi Anindito, owner Coffee Toffee, dalam bisnis pelayanan kita harus memisahkan Core Competence dengan produk utamanya. Ketika produk utama kita adalah kopi, kita harus ahli dibidang kopi yang merupakan Core Competence keahlian yang harus dikuasai. Meskipun produknya adalah kopi, tapi jualan utamanya adalah pelayanan, tak jarang disetiap training internalnya, Dia menekankan agar bisa membedakan antara Core Competence dengan produk yang dijual, karena orang datang ke kafenya, alasan utama bukan dikopinya, tapi dipelayanan, penyajian dan suasananya.

Prospek Industri Hospitality di Indonesia, pengetahuan dan penerapannya dari tahun ketahun akan semakin dibutuhkan, terutama untuk mereka yang ingin bisnisnya tumbuh dan berkembang, tidak perduli dan terbatas pada hotel, restoran dan kafe, karena semua bisnis yang berhubungan dengan orang, itu adalah bisnis pelayanan. Peranan Public Relations (PR) di bisnis Hospitality sangatlah penting, seorang PR harus bisa membangun dan membina hubungan baik kepada setiap tamu atau pelanggan, memberikan informasi kepada khalayak untuk setiap aktivitas yang diadakan.

Industri Hospitality yang begitu dinamis dengan aspek pemasaran yang menitikberatkan pada keramahtamahan dalam pelayanan, akan memiliki daya saing kuat bila para pelaku bisnisnya mampu meningkatkan kualitas layanan yang dapat menciptakan kepuasan pelanggan. Menjalin hubungan yang tak terputus dengan pelanggan melalui CRM yang cermat, serta memperkuat brand image melalui promosi serta Public Relations.