Hadapi MEA, Tiga Bisnis yang Diprediksi Booming di Tahun 2016

0

Ada yang istimewa dalam pergantian tahun kali ini. Pada tahun 2016 nanti Indonesia bersama Negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan memasuki era baru dalam bidang ekonomi, yaitu berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Salah satu bentuk kesepakatannya adalah perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN. Diperkirakan akan banyak orang memilih bidang bisnis sebagai profesi dan aktivitas ekonominya. Satu hal yang dikhawatirkan adalah bila perusahaan besar di Indonesia lebih menerima tenaga kerja asing yang lebih berpotensi dan dengan upah lebih murah. Disinilah kreatifitas dan kredibilitas pekerja diuji.
Berikut ini ada 3 bidang bisnis yang diprediksi banyak dibutuhkan dan berkembang di tahun 2016, yaitu
1. Bisnis Online
Meski tantangan dan persaingan bisnis makin ketat, namun satu hal yang pasti adalah meningkatnya jumlah pengguna internet di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dari survey terbaru Google Indonesia dalam periode Desember 2014-Februari 2015, rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 5,5 jam sehari untuk menatap layar smartphone. Dari waktu tersebut, aktivitas yang banyak dilakukan adalah sosial media dan belanja online.
Bisnis online tidak digunakan untuk menawarkan produk, tapi juga ide bisnis yang investasi, mencari partner bisnis, atau info mendapatkan uang dari internet. Salah satu keunggulan dalam bisnis online adalah memberikan kecepatan dan perluasan akses bisnis. Itu sebabnya, pada 2016 nanti peluang bisnis online akan banyak diminati.
Jika ingin mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar, sebaiknya segera buka akses bisnis online.
2. Bisnis Konstruksi, Infrastruktur dan Manufacturing
Kebijakan pemerintah untuk konsen dalam pembangunan infrastruktur tampaknya mulai membuahkan hasil. Buktinya, saat ini sudah banyak perusahaan asing yang melirik Indonesia untuk ber-investasi. Meski agak terlambat, namun upaya ini sudah memberi nilai lebih bagi Indonesia.
Presiden Jokowi sendiri mulai gencar melakukan kunjungan ke daerah-daerah terpencil agar pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara merata. Itu sebabnya, ketiga sector tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar Indonesia tidak tertinggal dalam pelaksanaan MEA
3. Bisnis Tour and Travel
Keindahan pariwisata di Indonesia masih menjadi daya tarik wisatawan dan menambah devisa Negara.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam pelaksanaan ASEAN Marketing Summit 2015 di Jakarta beberapa saat lalu mengatakan bahwa Indonesia sudah menetapkan tujuan pada tiga pintu paling utama, yaitu Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam. Ketiga great tersebut memberikan kontribusi sebesar 90 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.