Fenomena Jual Beli Barang Branded Second Hand

0

1Sebuah kepuasan tersendiri jika memiliki barang-barang seperti jam tangan dan tas branded. Meski barang-barang branded harganya selangit, pantang untuk membeli bahkan memiliki barang bajakan, sebab kualitas dan kenyamanannya tidak bisa disamakan dengan barang yang asli. Dan fenomena ataupun cara yang satu ini bisa dijadikan alternatif, yaitu dengan berburu barang second hand.
Biasanya pemain barang second branded adalah mereka yang hanya memiliki satu unit kemudian ingin ganti-ganti (tukar tambah dengan barang lain) dan mereka yang ingin melengkapi koleksinya (tambah barang tanpa menjual barang yang lama). Yang terakhir inilah yang meramaikan barang second hand.
Menurut Franky, Penanggung Jawab Chrono Watch, khusus untuk jam second, selama ini masih didominasi brand-brand seperti Rolex, Panerai, dan AP (Audemars Piguet). Sekarang ini yang lagi trend dan banyak digandrungi orang adalah merek AP.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan ketika bermain di barang second adalah ada garansi purna jual. Artinya barang tersebut bisa dijual lagi tidak hanya ke counter dimana ia beli, tetapi bisa dijual dicounter-counter lain. .
Franky menambahkan costumer yang membeli ditempat kami kemudian dia ingin jual lagi di tempat kami, biasanya terdapat penyusutan harga maksimal 10%, bahkan tak sedikit yang jual kembali , kami beli dengan harga di atas dia beli. Hal ini berbeda dengan penyusutan yang terjadi pada jam baru, biasanya jam baru terus dijual maka terdapat penyusutan harga mencapai 30%.
Jam yang banyak dijual adalah unit baru bukan model lama dan kebanyakan untuk laki-laki, hanya sedikit yang untuk wanita. Jam branded yang biasa digunakan oleh wanita adalah Rolex, selain merek Rolex hampir tidak ada, kalau ada itupun kurang dari 1%.
Berapa kisaran harga jam second branded? Untuk merek Rolex, jam ini dibanderol dengan harga di atas Rp 20 juta, sedangkan untuk AP harganya di atas Rp 100 juta. Berdasarkan harga, secara tidak langsung costumer terbagi ke dalam beberapa kelas, yaitu mereka yang bermain di harga puluhan juta biasanya membeli Rolex dan Panerai, sedangkan mereka yang bermain di harga ratusan juta biasanya membeli AP dan sebagian tipe Rolex.
Jika jam didominasi oleh tiga brand ternama, berbeda dengan tas. Brand tas yang biasa di cari adalah Gucci, Prada, Celine, LV (Louis Vuitton), Chanel, dan Hermes. Monica Puspitasari, owner butik Promenade yang terletak di Pakuwon Trade Centre (PTC), mengatakan bahwa saat ini Hermes adalah merek tas yang sedang naik daun. Sedangkan yang banyak diminati adalah LV dan Chanel, hampir 70% lebih memilih LV.
Barang-barang branded ini didapatkan dari customer yang sudah merasa bosan dan ingin ganti dengan yang baru, sehingga mereka menjualnya dan kemudian uangnya tersebut dapat digunakan untuk tambahan membeli yang baru.
Peminat tas second branded banyak sekali, sekitar 70% user adalah ibu-ibu rumah tangga dan sisanya baru anak muda. 80% user adalah mereka yang ingin melengkapi koleksi tas mereka.
Bagi yang ingin memiliki tas second branded, harga paling murah Rp 800.000. Sedangkan untuk merek LV harga paling murah Rp 1,5 juta dan paling mahal Rp 20 jutaan. “Saya pernah menjual tas second seharga Rp 97 juta”, tambah Monica.2