Bisnis Untuk Bahagia atau Bahagia Untuk Bisnis

0

Pebisnis, setiap kali mengadakan seminar, saya sering mendapat pertanyaan, “Sebetulnya mana yang benar, Bisnis untuk Bahagia atau Bahagia untuk Bisnis?”. Pertanyaan ini memang terdengar sederhana, namun dapat mencerminkan kondisi pikiran dan jiwa Anda dalam berbisnis.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya kenali dan sadari tujuan hidup Anda. Sebuah setting pikiran sangat penting sebagai parameter kesuksesan hidup. Bisa Anda bayangkan jika seseorang salah mengenal mana tujuan dan hal apa yang menjadi kendaraan dalam mewujudkan tujuan hidup tersebut.

Ketika seseorang kesulitan dalam menentukan arah hidupnya atau dalam istilah kekinian disebut susah move on, atau mengalami stagnasi dalam kehidupannya sehingga hidupnya terasa hampa. Maka ketika itu, dia akan merasa seakan-akan ada tali yang sangat besar mengikat pergelangan kakinya sehingga susah sekali menentukan kemana arah jalannya. Permasalahan itu muncul karena dia belum menentukan tujuan hidupnya.

Pebisnis, sangat penting jika kita sudah menentukan tujuan dan kendaraan yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan begitu, kita bisa menentukan mana yang harus diprioritaskan dan mana yang (jika terpaksa) bisa dikesampingkan. Jika seseorang belum memutuskan mana tujuan dan mana kendaraan, maka hampir bisa dipastikan, hidupnya akan menemui stagnasi, depresi dan sulit mengambil keputusan.

Untuk bisa mencapai hidup bahagia dan bisnis yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Hal-hal yang bagai menata ulang pikiran. Yang kemudian secara otomatis menggerakkan tubuh, sikap, dan signal pikiran untuk mencapai tujuan hidup.

Pertama. Coba definisikan dulu kebahagiaan menurut Anda. Beranikan diri untuk mendefinisikannya. Karena, jika Anda sendiri sulit membayangkan atau merasakan kebahagiaan seperti apa yang ingin diwujudkan, bisa jadi sistem pikiran Anda pun kesulitan untuk menterjemahkan menjadi perilaku, sikap, dan signal pikiran. Contohnya, ketika seseorang mendefinisikan bahagia adalah jika menjadi orang sukses, maka perlu ditemukan imaginasi yang nyata tentang sukses tersebut. Apakah imaginasi sukses jika sudah memiliki rumah sendiri? Berapa jumlah kamarnya? Berapa luas halamannya?

Kedua. Selanjutnya, imaginasi dan perasaan tentang kesuksesan tersebut, Anda canangkan sebagai tujuan. Ada baiknya Anda pertimbangkan matang-matang hal apa yang menjadi tujuan hidup. Karena hal ini akan dimasukkan kedalam alamat tujuan GPS pikiran yang membuat Anda bergerak menuju tujuan tersebut.

Ketiga.  Setelah mencanangkan tujuan, coba pilih kendaraan untuk menuju tujuan tersebut. Jika kendaraan tersebut melalui jalan bisnis, coba lebih detilkan lagi, bisnis seperti apa yang akan mengantarka pada tujuan tersebut.

Sampai pada langkah ketiga ini, Anda seharusnya sudah mulai memahami, mana yang menjadi tujuan, dan mana yang menjadi kendaraan. Jika suatu saat kendaraan Anda bermasalah atau ada part dalam kendaraan yang mengganggu kinerja kendaraan, coba pertimbangkan untu memperbaiki kendaraan tersebut, atau memilih untuk ganti kendaraan. Atau bahkan mungkin harus mendarat darurat di salah satu fase kehidupan Anda. Untuk rehat sejenak, sambil mengumpulkan tenaga menuju tujuan yang telah dicanangkan.

 

Langkah-langkah ini, adalah salah satu cara mensetting bahkan menginstall pikiran agar bisa mengantarkan Anda mencapai kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

 

+Oktastika Badai Nirmala+

Ahli reparasi semangat, hipnoterapis, penulis buku “Terapi Pikiran Bahagia”