Bisnis Travel Agent, Bisnis yang Tidak Pernah Mati

0

Bisnis penjualan tiket perjalanan itu tidak akan sepi, karena sudah menjadi bagian dari kebutuhan. Berapapun harga tiketnya, tetap dibeli. “Apalagi kalau untuk perusahaan. Mereka butuh sarana transportasi yang cepat dan memadai, jadi berapapun harganya pasti dibeli,” kata Ira Maria, pemilik i’Tours kepada Iklan Pos, Senin (23/5).

Meski saat ini banyak maskapai penerbangan yang menawarkan harga promo, namun masih banyak kelompok masyarakat yang lebih mengutamakan keselamatan daripada harga murah. Mereka ini lebih suka menggunakan jasa penerbangan dari maskapai tertentu, meskipun harganya lebih murah. “Semakin besar harga tiketnya, maka untungnya juga semakin besar,” tambahnya.

Tingginya angka permintaan makin terlihat saat liburan. Biasanya pada masa liburan, harga tiket penerbangan dan angkutan umum juga naik. Meski demikian, permintaan justru meningkat. Tidak hanya tiket perjalanan, banyak juga pesanan untuk akomodasi dan tour wisata. Hiburan saat ini sudah menjadi kebutuhan, apalagi banyak tempat wisata baru yang mengundang rasa penasaran untuk dikunjungi.

Ditambahkan, masyarakat saat ini sudah terbiasa merencanakan liburan. “Mereka biasanya beli tiket jauh hari sebelumnya, karena kalau beli tiket lebih awal, harganya juga promo,” ungkapnya. Selain harga promo, mereka juga terbantu dengan system penjualan tiket perjalanan yang bisa diakses secara online.

“Kalau dijual secara online gini, masyarakat biasanya akan membandingkan maskapai yang murah dan harga normal. Belum lagi saat ini banyak travel agent yang berani memberikan harga sangat murah dan bersaing. Kalau tidak disiasati, bisa-bisa kita hanya jadi penonton,” imbuhnya.

Meski keuntungannya tidak terlalu besar, namun banyak juga pelaku bisnis agen perjalanan yang tetap bertahan. Ini dilakukan karena permintaan tidak pernah sepi. Selain itu, modal yang dibutuhkan juga tidak banyak, bahkan ada perusahaan agen perjalanan yang menjamin modal Rp 0,-.

Tips Memilih Agen Perjalanan yang Berkualitas :

  1. Perhatikan tanggung jawab penyedia layanan terhadap keluhan pelanggan.
  2. Lihat berapa banyak agen yang sudah bergabung dengan mereka.
  3. Lihat apakah system mereka mudah digunakan dan tidak bermasalah