Bisnis Kuliner Tradisional Instan

0

Kuliner khas suatu daerah tidak hanya bisa didapatkan di daerah asalnya saja, tetapi juga bisa didapatkan di daerah lain.

 

Bisnis Kuliner Tradisional InstanBisnis kuliner merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati, bahkan bisnis ini terus berkembang pesat, seiring dengan permintaan konsumen yang terus bertambah. Terlebih lagi, peminat sajian kuliner yang terus memburu kuliner-kuliner unik dan tempat-tempat kuliner yang menarik, membuat para pebisnis kuliner bersaing ketat dalam bisnis ini. Bisnis ini masih dinilai sebagai bisnis yang memiliki prospek yang cerah, hobi makan orang Indonesia menjadi alasan kuat dari penilaian itu, karena kebanyakan orang memiliki hobi makan dan suka mencoba makanan-makanan baru, apalagi wisata kuliner saat ini sudah menjadi tren bagi masyarakat kita.

Jika dikelola dengan konsep dan manajemen yang baik, bisnis kuliner ini akan cepat menghasilkan keuntungan. Saat ini kuliner-kuliner tradisional juga banyak disajikan dan diminati oleh para penggemarnya baik di desa maupun di kota. Baik kuliner tradisional yang dibuat secara langsung maupun kuliner-kuliner tradisional yang dikemas secara instan atau cepat saji. Berbicara kuliner tradisional cepat saji ini peminatnya sebenarnya cukup banyak, tapi pebisnis yang bermain untuk memenuhi kebutuhan mereka masih sangat sedikit. Padahal kita kaya akan ragam kuliner khas daerah yang belum diangkat oleh mereka sebagai produk-produknya.

Beragam suku bangsa yang ada di negeri ini melahirkan ragam kuliner tradisional khas daerahnya yang berbeda-beda. Kekayaan kuliner ini bisa menjadi ide untuk membuat makanan atau minuman tradisional instan yang dikemas sedemikian rupa dengan cara penyajian yang praktis, sehingga konsumen tidak memerlukan waktu lama untuk membuat dan menikmatinya. Apalagi mereka yang ada di daerah ketika merantau di daerah lain, ada rasa kangen untuk bisa menikmati citarasa kuliner-kuliner yang ada di daerah asal mereka. Hal ini menjadikan bisnis kuliner tradisional instan memiliki prospek dan pasar yang luas.

 

Makanan atau minuman tradisional seperti halnya Bumbu Pecel, Rendang, Gudeg, Bandrek, Pokak, Sinom, adalah beberapa contoh yang bisa di produksi dan dikemas dengan penyajian dengan cara yang instan oleh konsumen. Selain contoh-contoh tersebut, tentunya pebisnis kuliner juga bisa mengangkat makanan atau minuman tradisional khas daerahnya untuk didistribusikan ke daerah lain sebagai kuliner tradisional instan. Sehingga kuliner khas suatu daerah tidak hanya bisa didapatkan di daerah asalnya saja, tetapi juga bisa didapatkan di daerah lain. Tentunya hal ini juga menarik masyarakat daerah lain untuk mengkonsumsinya.

 

Selain kualitas produk yang perlu diperhatikan, ijin dari Depkes serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikasi halal juga diperlukan, begitu juga kemasan dari produknya. Produk yang dikemas secara bagus akan lebih menarik minat konsumen untuk membeli dan mencoba citarasa kuliner-kuliner tersebut. Selain dipasarkan sendiri lewat jalur offline dan online, penjualan kuliner tradisional instan ini juga bisa menggunakan jasa reseller atau agen-agen khusus yang ada di setiap daerah. Adanya toko oleh-oleh yang ada disetiap daerah juga bisa menjadi media pemasaran yang cukup efektif bagi produk-produk ini.

 

Tidak terbatas untuk pasar dalam negeri saja, produk kuliner-kuliner Indonesia yang memiliki kualitas dan mutu terjamin, juga diminati oleh Negara lain. Apalagi jumlah tenaga kerja kita yang bekerja diluar negeri juga sangat banyak, dimana minat mereka untuk mengobati rasa kangen terhadap kuliner-kuliner tradisional Indonesia juga sangat besar. Mereka tidak perlu bersusah payah untuk membuat kuliner yang bahan dasarnya sulit dicari, di Negara dimana mereka tinggal. Bisnis kuliner tradisional instan ini memiliki prospek yang menguntungkan, jika Anda tertarik, kuliner tradisional khas daerah Anda bisa jadi ide awal memulai usaha ini.