BERIKAN ‘IKEA EFFECT’ KEPADA KONSUMEN

0
Carpenter working with tools.

BERIKAN IKEA EFFECT KEPADA KONSUMEN

By: Coach Humphrey Rusli ***

 

Pernah dengar brand IKEA? Saya yakin Anda pernah mendengar atau bahkan menggunakan produknya. Terutama jika Anda pernah merantau ke luar negeri untuk sekolah, dengan kantong pas-pasan, seperti yang pernah saya alami.

Dulu, saya sering mengunjungi toko mebel IKEA untuk sekedar membeli perabot-perabot yang relatif murah, pas-pasan kekuatannya, namun praktis alias tidak terlalu makan tempat ketika dimasukkan ke dalam flat apartment saya yang kecil.

IKEA, produsen furniture terbesar di dunia asal Swedia ini sangat terkenal dengan efisiensinya sehingga bisa menekan harga. Mengapa bisa lebih efisiensi ? Karena (hampir) seluruh produknya didistribusikan dalam kondisi knockdown (sangat hemat tempat) dan ketika terjual secara retail, Anda akan membawa pulang dalam kondisi knockdown, sehingga kadang tidak butuh kendaraan besar, cukup mobil niaga saja sudah memadai. Sesampai di rumah, Anda bisa menyusunnya sesuai petunjuk yang ada hingga siap pakai. Nah, inilah salah satu faktor utama yang membuat biaya IKEA bisa ditekan se-rendah mungkin.

Apakah secara mutu dan kualitas produk IKEA lebih baik dibandingkan furniture yang lain? Tentu tidak. Bahkan sering orang ‘menyindir’ kualitas IKEA sebagai kualitas sub par alias di bawah standard dan ada pula yang bilang beli produk IKEA seperti beli produk MockUp, yaitu produk semi jadi, dan belum siap pakai.

Lalu mengapa perusahaan ini semakin jaya dan jumlah konsumennya bukannya semakin turun namun semakin berlipat ganda dari tahun ke tahun? Saya dulu berpikir bahwa konsumen IKEA pasti hanyalah mahasiswa-mahasiswa yang belum berkantong tebal. Saya salah! Orang yang sudah jauh lebih mampu secara finansial pun sering membeli produk IKEA.

 

Apa Resepnya?

Jawabannya: IKEA Effect. Apa ini?

Salah satu studi tentang Customer Behavior di USA mengadakan penelitian menarik tentang bagaimana konsumen IKEA ternyata jauh lebih cinta dengan furniture IKEA bukan karena mutunya, namun karena mereka harus sedikit berjerih payah untuk menyusun perabot mereka sendiri.

Benar! IKEA “memaksa” konsumennya untuk mandiri dan dengan bekal buku petunjuk dan alat-alat sederhana, konsumen diarahkan untuk menyusun sendiri perabotnya sampai di rumah. Namun alih-alih konsumen jera, malahan mereka lebih mengapresiasi hasil karya atau buah tangan mereka sendiri dibandingkan membeli mebel yang sudah jadi.

Ini yang dimaksudkan dengan IKEA Effect. Kita secara irasional menaruh tinggi rendahnya nilai sebuah produk berdasarkan seberapa besar effort, waktu dan tenaga kita tercurahkan. Semakin besar tenaga yang tersita, semakin kita “sayang” akan produk tersebut.

 

Bagaimana Meniru IKEA Effect Untuk Bisnis Anda?

Libatkan konsumen untuk memberi saran, memperbaiki kondisi pelayanan dan mutu produk Anda. Ini bukan sekedar survey saja, namun lebih dari itu, ajak konsumen untuk berkreasi.

Berkreasi tidak harus ikut bekerja, cukup memperhatikan proses kerja Anda. Contoh: Restoran yang menggunakan konsep open kitchen. Para pengunjung bisa ikut melihat secara transparan serta menikmati demo dari sang chef dalam mengolah makanan. Ini pun sudah termasuk IKEA Effect.

Atau di manufacturing, konsumen boleh ikut masuk ke dalam dan melihat proses produksi. Inipun sudah termasuk IKEA Effect.

Kesimpulannya:
1. Libatkan konsumen secara fisik: berdiri, mengamati, menyusun, dan sebagainya.
2. Libatkan konsumen secara emosional: menunggu, berpikir, mendengarkan, dan sebagainya.
3. Tunjukkan bahwa proses yang mereka lalui membuahkan reward yang instant. Contoh: IKEA memberikan harga lebih murah karena Anda yang menyusun sendiri, restoran open kitchen memberikan “jaminan” prosesnya higienis karena Anda bisa melihat langsung, dan sebagainya.

Nah, sudahkah Anda memiliki “IKEA Effect” untuk konsumen Anda?
Salam The Next Level!

 

*** Coach Humphrey Rusli:

  • Pelatih bisnis dengan pengalaman International Marketing selama lebih dari 15 tahun.
  • Pemenang International Coach of The Year 2012 (Australia), 2013 (Beijing) dan 2014 (Jakarta).
  • Telah membantu kliennya meraih peningkatan profit dari 20% hingga 2000% melalui sesi-sesi coaching

 

Office   : ActionCOACH-BARACoaching Surabaya

Alamat : The Terrace Pakuwon Trade Center (PTC) 03-05 – Surabaya

Telp.    : (031) 7390666

Free Tips Bisnis Add Pin: 2756CDEE

 

 humphrey rusli