Berdamai Dengan Kegagalan

0

‘Kalau bisnis belum pernah gagal, maka kesuksesannya belum maksimal’

 

Kegagalan adalah hal yang paling dihindari oleh setiap orang. Dalam urusan apapun, kegagalan bagaikan jurang yang dalam, yang harus dijauhi. Sehingga muncul berbagai upaya untuk menghindari kegagalan. Pertanyaannya adalah, apakah Anda pernah mengalami kegagalan ?  Dalam hal apa Anda mengalami kegagalan ?  Berapa lama Anda termehek-mehek didalam masa duka kegagalan tersebut ?

Dalam bisnis, kegagalan adalah hal yang wajar terjadi. Malah bisa menjadi semacam ujian kelulusan menjadi pebisnis sukses. Seorang kawan mengatakan bahwa, “kalau bisnis belum pernah gagal, maka kesuksesannya belum maksimal”. Jadi bersyukurlah Anda yang pernah mengalami kegagalan. Karena itu adalah tiket mencapai kesuksesan yang semakin maksimal daripada sebelumnya.

Cara berdamai dengan kegagalan :

  1. Tenangkan diri ketika dan setelah terjadi kegagalan.

Ketika menyadari sedang atau telah mengalami kegagalan, maka perasaan spontan yang muncul adalah rasa panik. Setelah itu muncul perilaku membabi buta, irasional, dan berisiko membuat kita semakin terpuruk. Agar tidak berkelanjutan, sebaiknya tenangkan diri lebih dulu.

 

  1. Tentukan dulu definisi kegagalan menurut Anda.

Bisa jadi orang lain menganggap Anda gagal, namun diri Anda justru merasa biasa saja.

Contoh : Anda kehilangan uang 1 juta, karena salah hitung saat membayar sesuatu. Kejadian ini Anda anggap sebagai hal yang biasa. Namun orang lain menganggap itu sebagai bentuk kecerobohan yang tidak bisa dianggap biasa, karena uang senilai Rp 1 juta bukan nilai yang kecil.

Jika Anda memiliki batasan, mana yang dianggap biasa dan mana yang dianggap gagal, maka Anda akan mudah bangkit dari kegagalan tersebut atau move on. Kegagalan adalah referensi untuk menjadi sukses dan bukan sumber untuk menjadi stres atau depresi.

  1. Ingat kembali tujuan hidup Anda

Ketika kegagalan dirasa sangat besar dan membuat Anda depresi, maka ingat kembali tujuan hidup Anda. Apa sebenarnya tujuan Anda dalam berbisnis? Apakah bisnis merupakan kendaraan untuk mewujudkan impian?

Anggap saja Anda ingin bertemu dengan klien untuk mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Dalam perjalanan ternyata ban mobil Anda bocor dna ban serep sedang kempes. Kira-kira apa yang Anda lakukan? Apakah Anda akan mencari tambal ban dengan risiko kehilangan banyak waktu, atau Anda akan mencari kendaraan lain seperti taksi? Atau bahkan telepon saudara atau teman untuk mengantar Anda?

Jika Anda fokus pada kegagalan, maka hidup Anda akan berhenti di situ. Tapi jika fokus pada tujuan, maka akan banyak cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

  1. Ingatlah pada Tuhan

Apapun agama dan keyakinan Anda. Bisa jadi Anda meyakini bahwa ada energy yang super besar yang megendalikan semesta ini. Termasuk semesta kecil, seperti diri Anda. Maka cobalah dekatkan diri padaNya.Temukan makna bahwa kegagalan adalah berkah dariNya untuk membuat Anda semakin sukses menerima dan mengelola berkahNya.

Pada penutup ulasan saya ini, saya ingin berbagi makna pada Anda. Bahwa “Masalah akan menjadi masalah, jika dianggap masalah”. Kegagalan bisa jadi adalah sekedar makna dalam pikiran. Bukan sebuah fenomena. Jika Anda memaknai suatu fenomena sebagai sebuah kegagalan, maka itulah yang terjadi. Namun jika Anda memaknai suatu fenomena sebagai berkah, maka itu jugalah yang terjadi.

Semoga bermanfaat