Melindungi Merek Dengan Paten

0

a1

Sebelum melakukan kegiatan branding, pastikan Anda sebagai pemilik sah merek tersebut.

Kepercayaan terhadap sebuah merek, akan membawa sebuah bisnis tumbuh dan berkembang. Banyak bisnis atau usaha yang hancur, gara-gara kepercayaan pelanggan atau konsumen terhadap reputasi merek memudar. Bisnis yang sudah dibangun lama, bahkan puluhan tahun dengan merek tertentu, bisa saja gulung tikar, karena ada pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik sah dari mereknya. Jika ini terjadi pada usaha atau bisnis yang Anda bangun, Anda akan kembali membangun merek Anda mulai dari nol. Oleh karena itu, Anda perlu mematenkan atau mendaftarkan merek yang Anda miliki, serta melindunginya dari pihak lain yang menggunakan merek Anda.

Seperti dikutip dari laman web Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI), Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia, merek merupakan suatu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Jika merek yang Anda punya sudah resmi terdaftar pada Ditjen HKI, Anda secara resmi akan memiliki alat bukti sebagai pemilik sah, atas merek yang didaftarkan. Secara hukum Anda berhak melakukan tuntutan, apabila merek yang Anda punya disalah gunakan oleh orang lain.

Merek yang Anda punya, nantinya akan berfungsi sebagai materi branding dalam mengkomunikasikan produk perusahaan. Tanpa dilakukannya kegiatan komunikasi yang disusun dan direncanakan dengan baik, sebuah merek atau brand tidak akan dikenal dan tidak mempunyai arti apa-apa bagi target konsumennya. Begitu juga apabila Anda telah melakukan kegiatan komunikasi yang baik untuk membangun merek yang Anda punya, tapi merek Anda tidak mempunyai legalitas hukum, nantinya akan menimbulkan masalah jika ada yang mengklaim ada pemilik sah dari merek tersebut. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan branding pastikan Anda sebagai pemilik sah merek tersebut.

Anda bisa mendaftarkan merek Anda langsung kepada Ditjen HKI, atau melalui pihak ketiga yang menyediakan jasa untuk pendaftaran merek. Ada beberapa tahapan yang harus Anda lalui ketika akan mendaftarkan merek Anda, serta memenuhi sejumlah persyaratan agar merek Anda bisa secara resmi didaftarkan. Pemilik merek terdaftar berhak memberikan lisensi kepada pihak lain dengan perjanjian bahwa, lisensi akan menggunakan merek tersebut untuk sebagian atau seluruh jenis barang atau jasa. Perjanjian lisensi ini juga wajib didaftarkan pada Ditjen HKI sebagai lembaga yang berwenang, agar nantinya resmi secara hukum dapat menggunakan merek tersebut.

Banyak pebisnis menyadari pentingnya penggunaan merek untuk membedakan produk yang mereka miliki dengan produk para pesaing mereka, tapi tidak semua dari mereka menyadari pentingnya perlindungan merek. Konsumen yang merasa puas dengan produk tertentu, akan membeli kembali produk tersebut, sehingga konsumen harus mampu membedakan dengan mudah, antara produk asli yang pernah digunakannya, dengan produk-produk yang identik atau mirip. Disinilah sebuah merek berperan untuk memberikan identifikasi terhadap sebuah produk, serta membedakan dengan merek lainnya yang dimiliki oleh produk pesaing.

Merek merupakan aset bisnis yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan, banyak perusahaan-perusahaan di dunia yang memiliki nilai merek yang cukup tinggi, bahkan sampai triliunan rupiah. Konsumen menilai reputasi, citra dan rangkaian aktivitas positif yang dimiliki sebuah merek, sehingga mereka mau membayar lebih untuk sebuah produk, bahkan produk-produk turunannya. Jika Anda sudah mengerti manfaat pendaftaran dan perlindungan dari sebuah merek, kini saatnya Anda berpikir untuk legalitas merek-merek yang Anda punya. Sebuah merek dan aktivitas branding yang baik, bisa mengkalkulasi mimpi perusahaan di masa yang akan datang.