BRUGGE Venice of The North Part 2




Setelah di bagian pertama, episode Brugge, Venice Of The North, Anda saya ajak mengunjungi Antwerp Central Station, menikmati hidangan lezat yang ada di cafe-cafe Minnewater dan toko cendera mata yang ada di Wijngaardstraat, kali Anda akan saya ajak mengunjungi keindahan dan keelokan Markt Square dan The Belfry Tower dengan nuansa kota kuno dan gaya hidup masyarakatnya yang kontemporer.

bruggeMarket Square adalah sebuah pusat kota tua Brugge yang berbentuk ‘persegi empat’ yang di setiap sisinya dipenuhi bangunan kuno tinggi menjulang. Orientasi Roman-Gothic style-nya tampak begitu dominan. Ini terlihat dari bentuk sisi-sisi bangunan yang tampak ‘tajam’ dan tegak lurus ke atas. Disini Anda bisa melihat menara Belfry, menara dengan ketinggian hampir 100 meter ini mulai dibangun pada abad ke-13 dan baru selesai pada abad ke-15.
Brugge-(Bruges)-1Di puncak menara berbentuk persegi empat itu, Anda dapat menyaksikan bahwa kota Brugge sesungguhnya dikelilingi oleh banyak anak sungai dan benteng yang sengaja dibangun mengitari kota Brugge pada zaman dahulu, untuk melindungi kota dari serangan musuh yang datang dari luar, sementara kanal-kanal yang pada zaman dulu dipakai sebagai sarana transportasi air di dalam benteng, semakin menguatkan imej bahwa memang Brugge patut dijuluki Venice of The North. Di beberapa sudut nun jauh di sana, Anda juga dapat menyaksikan beberapa menara bekas benteng yang masih bisa dikenali dengan jelas fungsi keberadaannya pada masa lampau, yaitu sebagai tempat untuk mengintai.
Tempat ini merupakan pintu gerbang yang harus dilalui oleh setiap pengunjung dari luar kota sebelum memasuki Brugge. Saat ini, bekas menara-menara ‘birdseye’ tersebut lebih banyak difungsikan sebagai jembatan bagi kendaraan bermotor untuk masuk ke jantung kota Brugge. Di menara Belfry, terdapat pula puluhan genta dalam berbagai ukuran, dari yang mungil sampai yang super besar. Pada setiap hari Senin sore, biasanya diperdengarkan alunan musik baroque dengan memanfaatkan paduan suara yang ditimbulkan dari dentangan genta-genta tersebut. brugge-2
Mengamati corak bangunan dan arsitektur kota Brugge memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota itu sendiri. Brugge, pada putaran abad 11 menjadi pusat pelabuhan komersial paling penting di Eropa. Sebegitu besarnya peran Brugge sebagai pusat perdagangan sehingga untuk itu didirikanlah kantor perdagangan di tempat kediaman keluarga Van der Beurse yang merupakan cikal bakal dari pasar modal modern saat ini. Nama ‘Beurse’ akhirnya dipakai dalam bahasa Belanda untuk mengartikan kata ‘pertukaran’ atau ‘trading’. Dari sanalah, muncul kata bourse, borse, borsa, birsja yang kalau di-Indonesiakan menjadi bursa.
Seiring berjalannya waktu, Brugge mengalami banyak pergantian pemerintahan. Mulai dari pemerintahan Flanders (saat ini merupakan sebuah propinsi di Belgia), kemudian berpindah pada kekuasaan kekaisaran Burgundy (saat ini, Burgundy adalah sebuah provinsi di Prancis yang terkenal sebagai daerah penghasil anggur) sampai kemudian Brugge, secara bergantian jatuh ke tangan kekaisaran Spanyol pada abad 15 – 17, kekaisaran Austria (abad 17), kekaisaran Prancis dan kerajaan Belanda pada sekitar abad 18.
Karena pergantian pemerintahan dan juga berbagai peperangan yang terjadi itulah, perlahan-lahan kejayaan Brugge sebagai pusat perdagangan memudar. Di sisi lain, dengan adanya pengaruh budaya yang berasal dari berbagai tempat yang berbeda tersebut, membuat Brugge sekaligus ‘kaya’ dalam akulturasi keberagaman kebudayaan. Karena itulah, tidak salah apabila pada tahun 2002 Brugge dinobatkan sebagai ‘The Cultural Capital of Europe’, sebuah gelar bergengsi yang tidak bisa didapatkan dengan mudah oleh kota-kota Eropa lainnya.
Seusai The Belfry Tower, Anda dapat beristirahat sejenak di cafe-café yang ada di seputaran Markt Square, dari sekian banyak menu yang menggugah selera, Anda bisa mencoba crepe’s suzettes a la Café de France, makanan ini memang benar-benar lezat, karena terbuat dari kulit pancake yang di dalamnya diisi dengan ice cream vanilla, sementara di bagian luarnya ditaburi icing sugar dan disiram dengan saos oranye beraroma jeruk. Sesaat sebelum disajikan, crepe’s suzettes tadi disiram dengan brandy dan dibakar selama beberapa saat, aroma dan rasanya benar-benar nikmat.
Brugge boleh dijadikan pilihan bagi pasangan yang hendak berbulan madu. Keliling kota naik kereta mewah dengan ditarik sepasang kuda putih, berjalan diantara lorong-lorong kota bernuansa medieval, berperahu berdua menyusuri kanal-kanal, ataupun menyantap hidangan laut di restoran tepi sungai dengan temaram cahaya lilin, suara gemericik air serta sinar bulan yang terpantul dari air sungai. Dan bolehlah kiranya memanjakan diri di beberapa Turkish Bath dan massage parlour yang tersebar di beberapa sudut kota atau bermalam di hotel berbintang yang lagi-lagi sarat dengan arsitektur bernuansa Roman-Gothic.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*