Branding Mengkalkulasi Mimpi Perusahaan




1a

Keberhasilan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC/ Integrated Marketing Communication) dalam Branding sebuah perusahaan, akan menambah nilai dari Brand Equity atau Ekuitas Merek dari perusahaan tersebut, sehingga dapat digunakan untuk membantu mengkalkulasi mimpi, harapan, dan pencapaian target sebuah perusahaan di masa yang akan datang.

Dewasa ini, iklan sudah berkembang menjadi sistem komunikasi yang sangat penting, tidak hanya bagi produsen barang dan jasa, tapi juga bagi konsumen. Kemampuan iklan dan metode promosi lainnya dalam menyampaikan pesan pada konsumen, menjadikan kedua bidang tersebut memegang peran yang sangat penting bagi keberhasilan Branding sebuah perusahaan. Berbagai bentuk usaha, mulai dari usaha eceran hingga perusahaan multi nasional, mengandalkan iklan dan promosi untuk membantu mereka memasarkan barang dan jasa.

Konsumen mengandalkan iklan dan bentuk promosi lainnya, untuk mendapatkan informasi yang akan mereka gunakan, untuk membuat keputusan apakah akan membeli suatu produk atau tidak. Semakin meningkatnya belanja iklan dan promosi yang dilakukan perusahaan, menjadi bukti bahwa tenaga pemasaran mengakui pentingnya kegiatan iklan dan promosi. Strategi promosi memainkan peran penting, dalam program Komunikasi Pemasaran Terpadu sebuah perusahaan.

Komunikasi Pemasaran Terpadu merupakan sebuah proses perencanaan marketing komunikasi, yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi peran strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran. untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum, Komunikasi Pemasaran Terpadu yang sering disebut dengan IMC (Integrated Marketing Communication) merupakan sebuah proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakkan Brand Value.

Secara khusus perusahaan harus menyadari berbagai pendekatan branding yang dapat digunakan, masih banyak yang belum memahami mengenai pengertian brand dan branding. Brand adalah merek yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand. Tanpa dilakukannya kegiatan komunikasi pada konsumen yang disusun dan direncanakan dengan baik, sebuah merek atau brand tidak akan dikenal dan tidak mempunyai arti apa-apa bagi konsumen atau target konsumennya.

Branding yang baik adalah memilih tipe aktivitas brand yang disesuaikan dengan situasi pencapaian nilai brand itu sendiri. Brand yang belum dikenal, harus fokus pada awareness building. Brand yang sudah dikenal tetapi kurang pemahaman, berarti perlu kerja keras lagi, untuk menjelaskan apa yang bisa diberikan brand kepada konsumen. Brand yang sudah dikenal dan dipahami, harus dicarikan kegiatan yang akan meningkatkan minat mencoba atau membeli. Kegiatan ini sering disebut dengan istilah Brand Activation.

Brand yang sudah dikenal, dipahami dan dibeli, harus memikirkan untuk membuat konsumen beli lagi, lagi, dan lagi. Ini adalah tahapan yang disebut dengan proses pembinaan loyalitas brand. Pada tahap ini, brand sudah bisa dikategorikan sebagai strong brand.  Proses branding haruslah kontekstual, disesuaikan dengan situasi brand dan tahapan pencapaiannya. Branding tidak bisa lepas dari pemahaman tentang target audience dari brand tersebut, serta bagaimana mendapatkan umpan balik, sejauh apa konsumen atau target audience sudah menjiwai pemahaman brand.

Agar tidak terjadi pemborosan uang dalam branding, maka brand manager harus secara berkala mencari tahu tentang kesehatan brand. Brand yang sakit, harus segera dicari tahu penyebab penyakitnya dan dicarikan solusi untuknya. Semakin dini diketahui sebab penyakit, maka semakin sederhana penyelesaiannya. Banyak perusahaan yang membiarkan masalah brand secara berlarut-larut, sehingga pada titik tertentu, sudah sangat mahal biaya untuk mengembalikannya pada kondisi menguntungkan perusahaan.

Branding merupakan suatu kegiatan investasi yang menelan biaya cukup besar, mulai dari penamaan, pembuatan logo, hingga kegiatan Brand Building yang meliputi positioning, launching, sustaining hingga rejuvenating. Keberhasilan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC/ Integrated Marketing Communication) dalam Branding sebuah perusahaan, akan menambah nilai dari Brand Equity atau Ekuitas Merek dari perusahaan tersebut, sehingga dapat digunakan untuk membantu mengkalkulasi mimpi, harapan, dan pencapaian target sebuah perusahaan di masa yang akan datang.

Nilai sebuah perusahaan tidak hanya terletak pada jumlah aset-asetnya semata, seperti gedung perkantoran, pabrik, mesin-mesin produksi dan inventaris lainnya, namun termasuk kedalamnya nilai dari ekuitas sebuah Brand atau Merek. Ketika terjadi akuisisi pada sebuah perusahaan, maka harga sebuah perusahaan adalah penjumlahan dari Corporate Equity dan Brand Equity. Jika diberi persentase maka nilai Brand Equity bisa mencapai 90% bahkan lebih dan nilai Corporate Equity-nya hanya maksimal 10% dari total nilai.

Bagi pelanggan, ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pemasar atau perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal, maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif. Sebuah Brand atau Merek yang sudah memiliki Perceived Quality yang kuat, mampu “menipu lidah” konsumennya.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*