Plus & Minus Makan Makanan Pedas

0
  • Efek Positif

    • Senyawa turmeric (yang ada di makanan kari) dalam makanan pedas memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan sendi dan kerusakan tulang pada manusia, sehingga bisa bermanfaat untuk orang dengan arthritis (peradangan sendi).
    • Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi cabai dan kari secara teratur bisa mengurangi risiko kanker. Senyawa capsaicin dalam cabai bisa membunuh sel kanker dengan menyerang mitokondria tanpa merusak sel-sel yang sehat serta meringankan rasa sakit di mulut bagi penderita kanker, sedangkan kurkumin dalam bumbu kari memiliki efek anti kanker.
    • Makanan pedas dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung serta meningkatkan kemampuan tubuh untuk melarutkan bekuan darah.
    • Mengonsumsi makanan rempah seperti cabai bisa membuat seseorang berkeringat sehingga mengurangi derita saat pilek dan flu.
    • Sebuah studi menetapkan makanan pedas bisa mempercepat metabolisme dan membantu tubuh membakar kalori lebih cepat.
    • Konsumsi cabai bisa meningkatkan sirkulasi peredaran darah dan menurunkan tekanan darah, serta tingginya kadar vitamin A dan C bisa membantu memperkuat dinding pembuluh darah yang membuatnya menjadi elastis dan lebih mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan tekanan darah.
    • Mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan, senyawa capsaicin diketahui bisa mengurangi kadar dari zat P, yaitu suatu neurotransmitter dari sinyal rasa sakit.
  • Efek Negatif
    • Mengonsumsi makanan pedas bisa menimbulkan iritasi dengan membentuk pola aneh (mengubah geografis) dari lidah.
    • Terlalu sering mengonsumsi makanan yang pedas bisa mengurangi lapisan yang berfungsi melindungi lambung. Jika terlalu sering maka lapisan ini akan semakin menipis yang membuat lambung rentan terkena infeksi.
    • Pada beberapa orang, makanan pedas bisa mengganggu produksi asam lambung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
    • Makanan pedas bisa memberikan pengaruh buruk terhadap kualitas tidur atau menyebabkan insomnia. Hal ini karena makanan pedas meningkatkan suhu tubuh dan siklus pertama dari tahapan tidur sangat sensitif terhadap makanan yang pedas. Untuk itu sebaiknya hindari mengonsumsi makanan pedas di malam hari.
    • Terus menerus mengonsumsi makanan pedas bisa mengurangi sensasi rasa di lidah sehingga seseorang menjadi kurang bisa mengenali rasa dari makanan atau minuman yang dikonsumsinya.

Cara Menghilangkan Sensasi Pedas

susu

 

Sebelum menikmati kuliner pedas, jangan lupa menyiapkan segelas susu sebagai penawarnya. Sebab susu memiliki senyawa bernama casein yang bersifat mengikat capsaicin yang merupakan pemberi rasa pedas pada cabai. Setelah terikat, rasa pedas dalam mulut pun ikut diguyur ke dalam lambung.

mouthwash

Beberapa jenis cairan untuk berkumur atau mouthwash mengandung alkohol yang juga bisa digunakan untuk menghilangkan rasa pedas. Jadi Anda juga bisa memanfaatkan mouthwash jika ingin cepat-cepat mengusir rasa terbakar pada mulut.

nasi

Nasi atau roti mengandung glukosa yang bisa menyeimbangkan rasa pedas dalam mulut. Namun Anda tidak perlu mengunyah sepiring nasi hanya demi mengatasi rasa terbakar. Cukup kunyah agak lebih lama dari biasanya agar rasa pedas lekas hilang.

selai kacang

Selai kacang yang berlemak memiliki sifat seperti senyawa casein pada susu. Lemak tersebut mengikat capsaicin dan mendorong rasa pedas pada mulut hilang secara instan.

lemon

Sama seperti susu dan es krim, manfaatkan juga lemon atau buah-buahan asam untuk mengatasi rasa pedas. Istirahatkan mulut dan lidah sejenak dari rasa terbakar jika masih ingin menikmati makanan pedas.

ice cream

Selain susu, Anda yang kepedasan juga sebaiknya cepat-cepat menikmati es krim. Sebab es krim setidaknya bisa mendinginkan mulut yang terasa terbakar. Kalau tidak suka es krim, Anda juga bisa menyantap yogurt demi menghilangkan rasa pedas.