Patung Jenderal Besar Soedirman tidak hanya di dalam negeri

0

Sangat pantas sekali nama Jenderal Soedirman ini diabadikan sebagai tanda penghormatan atas jasa-jasanya di masa lampau. Seperti di Jakarta, ada sebuah jalan yang bernama Jalan Jenderal Soedirman. Tidak hanya nama jalan, patung yang menggambarkan sosok Jenderal Besar ini pun dibangun dengan tegap nan gagah bukan hanya di satu lokasi saja, yuk kita tengok satu per satu:

Ibukota Indonesia, Jakarta.



Patung Jenderal Sudirman merupakan salah satu patung yang berada di Jakarta tepatnya di kawasan Dukuh Atas, depan Gedung BNI, Jalan Jenderal Sudirman. Patung ini memiliki tinggi keseluruhan 12 meter dan terdiri atas: tinggi patung 6,5 meter dan voetstuk atau penyangga 5,5 meter. Patung ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton dengan anggaran sebesar 3,5 miliar Rupiah dan dikerjakan oleh seniman sekaligus dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung, Sunario.

Sosok Jenderal Sudirman digambarkan berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis. Karena berdiri di tengah kawasan yang penuh dengan beragam aktivitas, patung sengaja didesain sederhana dan tidak memerlukan banyak rincian.Quote:Desa Maritaing, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Patung Jenderal Soedirman di Perbatasan RI-Timor Leste
Sabtu, 15 Desember 2012 | 20:16 WIB


ALOR, KOMPAS.com – Monumen Jenderal Sudirman di perbatasan RI-Timor Leste diresmikan, di Desa Maritaing, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/12/2012).

Panglima TNI Laksamana (TNI) Agus Suhartono didampingi Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya meresmikan Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman sebagai simbol kedaulatan Indonesia di batas negara.

Panglima TNI menilai pembangunan monumen di Desa Maritaing Kecamatan Alor Timur sangat tepat, karena letaknya yang strategis menghadap garis batas laut Republi Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste, serta alur laut Kepulauan Indonesia.

“Jenderal Sudirman telah berjuang dengan semangat pantang menyerah untuk mempertahankan martabat bangsa Indonesia, meskipun penyakit yang sangat berat tengah dideritanya.

Kecintaannya yang teramat besar kepada Ibu Pertiwi telah membentuk watak Sudirman muda untuk lebih mengedepan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan dan terus berjuang bersama rakyat untuk mempertahankan setiap jengkal tanah air, demi tetap tegaknya NKRI, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya,” Panglima TNI memaparkan.

Lokasi tersebut menghadap wilayah Timor Leste di wilayah Pulau Atauro (Pulau Kambing) dan pesisir pantai Kota Dilli, Ibukota Timor Leste.

Dalam kunjungan Kompas ke Alor, warga setempat meminta pemerintah segera membuka pos perbatasan di Maritaing. Dari sana, warga Pulau Alor dapat berdagang resmi ke Timor Leste. Pendeta Steven Makunimau di Desa Maritaing mengatakan, perbedaan nilai tukar dollar AS yang digunakan di Timor Leste dan Rupiah sangat menguntungkan warga Maritaing dan Kabupaten Alor jika bisa berjualan resmi hasil bumi dan ternak di Timor-Leste.

“Rakyat semakin cinta Indonesia kalau hidup mereka makmur. Mereka bisa mendapat keuntungan berlimpah dengan mendapatkan dollar AS hasil berdagang di Timor Leste kalau perbatasan sudah dibuka resmi,” kata Makunimau.

Panglima TNI dalam peresmian monumen menerangkan, monumen dari cor beton dengan tinggi patung 7 meter, dudukan 5 meter dan fondasi 4 meter kali 4 meter merupakan sebuah tonggak yang menyatakan integritas NKRI dan sebagai tanda untuk mengobarkan kembali heroisme dan patriotisme Jenderal Besar Sudirman, guna mempertahankan setiap jengkal wilayah NKRI serta semangat untuk membangun kehidupan bangsa yang adil, aman dan sejahtera.

“Dalam konteks pertahanan negara, monumen ini merupakan simbol kemanunggalan TNI-Polri dan rakyat sebagaimana yang telah diwariskan Jenderal Besar Sudirman. Hanya dengan kebersamaan dan kemanunggalan, kita menjadi kuat dan mampu membangun negara demi tercapainya masyarakat yang adil, aman dan sejahtera”, kata Panglima TNI.

Turut hadir dalam peresmian monumen tersebut, antara lain para Asisten Panglima TNI, unsur Muspida Provinsi, Bupati beserta Muspida Kabupaten Alor, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuka Adat dan Budaya serta seluruh masyarakat.

Penulis : Iwan Santosa
Editor : Robert Adhi Ksp
Yogya, DI Yogyakarta


Menghabiskan Hari Pahlawan di Kota Yogya, salah satu destinasi yang pas adalah Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman. Museum yang berlokasi di Jl Bintaran Wetan No 3 ini memuat koleksi perjuangan Jenderal Sudirman.

Bangunan berarsitektur kolonial ini merupakan bekas kediaman Panglima Besar Jenderal Sudirman. Di bagian luarnya, terdapat patung Sang Jenderal sedang menunggang kuda. Di bagian kiri dan kanan patung terdapat Meriam AT kaliber 37 mm yang pernah digunakan dalam pertempuran Palagan Ambarawa.Quote:Surabaya, Jawa Timur


Monumen Bambu Runcing cukup terkenal di Surabaya. Nah, persis berhadapan dengan monumen tersebut, terdapat patung Jenderal Sudirman sedang berdiri tegap. Traveler bisa melihatnya langsung di Jl Yos Sudarso.

Di Jakarta, tangan sang Jenderal berada dalam posisi hormat. Namun pada patung di Surabaya, kedua tangannya berada di sisi kanan dan kiri Jenderal Sudirman.

Jika tangan Sang Jenderal pada patung di Jakarta berada dalam posisi hormat, lain halnya dengan patung di Surabaya. Tak sulit menemukan patung ini, karena Jl Yos Sudarso merupakan jalan protokol yang ramai. Di jalan ini pula terdapat Gedung Balai Kota, Hotel New Garden Palace, Mess Angkatan Laut Yos Sudarso, juga gerbang masuk ke Balai Pemuda.Quote:Kabupaten Pacitan, Jawa Timur


Masih di Jawa Timur, patung Sang Jenderal juga berdiri megah di Kabupaten Pacitan. Monumen Jenderal Sudirman (Mojensu) dibangun untuk mengenang sejarah perang gerilya Sang Jenderal dalam melawan penjajah. Monumen ini terletak di Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.

Tempat berdirinya monumen ini merupakan lokasi Jenderal Sudirman melakukan taktik perang gerilya pada zaman dahulu. Di sekitar Mojensu juga terdapat bangunan berisi diorama sejarah perang gerilya.

Selain membaca kisah sejarah lewat diorama, traveler juga bisa mengunjungi rumah persembunyian Jenderal Sudirman. Rumah ini terletak tak jauh dari lokasi monumen.Quote:Purwokerto, Jawa Tengah


Satu kota lagi untuk melihat pantung Jenderal Sudirman tentu saja di Kampus Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Wisatawan bisa melihat patungnya dari jalan raya, tepat di halaman kampusnya yang luas.

Di kampus ini, Patung Sudirman ditampilkan sedang menunggang kuda dengan gagahnya. Jadi, sambil wisata kuliner jajanan khas mahasiswa di Kampus Unsoed, jangan lupa juga memfoto patung Jenderal Sudirman ya!

Seperti judulnya, ternyata patung Jenderal Soedirman gak hanya berdiri di tanah air gan, ada negara lain yang ‘kedatangan’ patung Jenderal besar ini:
Quote:Hebat, ada patung Jenderal Soedirman di kantor Kemhan Jepang
Reporter : Ramadhian Fadillah | Jumat, 21 Agustus 2015 13:47

Jenderal Sudirman epang


Merdeka.com – Masyarakat Jepang ternyata sangat menghormati Jenderal Soedirman. Sampai ada patung sang jenderal dibangun di depan Kementerian Pertahanan Tokyo.

Patung Jenderal Sudirman yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar empat meter di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan satu-satunya patung pahlawan asing yang ada dan dipajang di Jepang. Ini merupakan fenomena yang unik dan sekaligus pula merupakan keistimewaan bagi Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus kemarin ada upacara kecil di sana. Kelompok Masyarakat Jepang Pencinta Indonesia melakukan upacara peletakkan karangan bunga di depan Patung Jenderal Sudirman.

Fujii Gemki, Ketua Panitia Pelaksana upacara ini, menyebutkan bahwa Jenderal Sudirman merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia dan sekaligus juga dalam sejarah Indonesia-Jepang.

Melalui Tentara PETA yang dibentuk Jepang pada Masa Pendudukan, kontak antara bala tentara Jepang dengan Jenderal Sudirman terjadi. Jenderal Sudirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara, ujar Fujii.

“Oleh karena itu, melalui upacara peletakan karangan bunga di depan Patung Jenderal Sudirman yang pertama kalinya dilakukan hari ini (sejak patung dipajang dua atau tiga tahun yang lalu), saya berharap ritual ini akan terus berlanjut dan semakin meriah pada masa-masa mendatang, lanjut Fujii seperti dikutip dari KBRI Tokyo.

Sementara itu, Yusron Ihza Mahendra, Duta Besar Indonesia untuk Jepang yang hadir sebagai undangan dalam upacara di atas, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejarah merupakan faktor yang amat penting bagi sebuah bangsa.

“Karena itu, mari kita belajar sejarah untuk kearifan yang lebih lagi di masa mendatang,” ujar Yusron.

Kita memiliki Patung Jenderal Sudirman di Jantung Kota Tokyo, yang merupakan simbol sejarah yang kita hormati secara bersama-sama. Saya percaya bahwa melalui ikatan sejarah, kedua bangsa pun sekaligus pula mempunyai ikatan batin yang amat dekat. Hal ini tentu dapat menjadi landasan untuk hubungan yang lebih baik lagi bagi kedua bangsa di masa depan, imbuh Yusron yang memimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di KBRI Tokyo.

Patung Jenderal Sudirman yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar empat meter di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan satu-satunya patung pahlawan asing yang ada dan dipajang di Jepang. Ini merupakan fenomena yang unik dan sekaligus pula merupakan keistimewaan bagi Indonesia.[ian]Sumber berita.