Bingkisan & Pohon Natal




a1Natal adalah hari raya dalam agama Kristen, yang diperingati pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya oleh umat Kristiani, untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan kebaktian pagi pada tanggal 25 Desember. Dalam tradisi perayaan Natal, ada beberapa hal yang dilakukan umat Kristiani untuk menyemarakkan suasananya, diantaranya adalah tradisi membuat Pohon Natal dan memberikan Bingkisan Natal atau kado, bagi teman, keluarga, handai taulan dan sebagainya.

Bagi mereka yang merayakan Natal, momen tersebut dimaknai dengan kasih, termasuk saling memberi. Makna saling memberi tersebut dituangkan dalam bentuk pemberian bingkisan Natal kepada sanak keluarga atau kerabat terkasih, kemudian dikembangkan untuk memberi kepada orang-orang di luar lingkaran terdekat. Alkitab dapat menjadi bingkisan Natal yang indah bagi anak-anak Anda, ada beberapa Alkitab untuk anak-anak, yang berisi gambar berwarna-warni dan teks yang berukuran lebih besar dan lebih mudah dibaca oleh anak-anak.

Boneka dengan bentuk binatang-binatang dalam Alkitab, seperti ikan, merpati dan domba, yang memiliki makna khusus, juga bisa menjadi bingkisan Natal atau hadiah yang menarik. Bingkisan Natal dapat berupa Salib, rupa-rupa salib yang bermacam-macam, tergantung ukuran dan bahan bakunya, sangat menarik sekali untuk disimpan dan dijadikan hiasan. DVD dan CD Kristen seperti seri Veggie Tales maupun lagu-lagu Natal dapat menjadi hadiah yang berkesan. Anda juga dapat memilih dan membeli hadiah yang bernuansa Natal lainnya, maupun yang lebih umum dan dapat dinikmati sepanjang tahun.

Selain memberikan bingkisan, sudah menjadi tradisi dalam perayaan Natal selalu ada pohon cemara yang menghiasi rumah. Kebiasaan ini awalnya berasal dari Jerman pada abad ke 16. Pohon cemara dipilih sebagai pohon Natal karena pada musim salju daun cemara selalu tampak lebih hijau. Ini dipercaya sebagai simbol keimanan yang kuat, selalu tumbuh dan tidak lekang oleh waktu. Pohon Natal sering juga disebut Pohon Terang karena penuh dengan cahaya benderang. Dalam Kitab Suci, terang acapkali digunakan sebagai simbol kehidupan surgawi, bersih tanpa dosa.

Ada pula yang menghubungkan pohon cemara tersebut dengan Marthin Luther, yaitu seorang tokoh terkemuka gerakan reformasi yang ajarannya melahirkan gereja Kristen Protestan. Saat Natal tokoh reformasi itu selalu memasang pohon cemara di rumahnya. Ia juga menghiasi dahan-dahan pohon dengan lilin-lilin menyala, yang terinspirasi dari keindahan nyala bintang pada malam hari. Pada abab 20, setelah listrik ditemukan orang-orang mulai menghiasi pohon Natal dengan lampu-lampu sebagai pengganti lilin.

Pohon Natal sepertinya menyentuh hati umat manusia karena memiliki makna simbolik yang pas. Pohon Natal seolah-olah menyiratkan kerinduan manusia akan dunia surgawi, dunia yang damai dimana segala sesuatu adalah anugerah dan rahmat. Merayakan Natal tanpa Pohon Natal bukanlah sesuatu yang penting. Namun, merayakan Natal tanpa kerinduan hati akan perdamaian, barulah sesuatu yang patut  dipertanyakan. Selamat merayakan hari Natal 25 Desember 2011.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*