Sudahkah Anda Mengetahui Karakter Anak Anda?

anak2Salah satu faktor yang perlu diperhatikan apabila ingin membantu anak mengembangkan fungsi otak tengah (midbrain), peranan orang tua tidak boleh diabaikan. Midbrain memerlukan perasaan aman dan landasan kepercayaan diri dalam mengaktifkan dan mengembangkannya. Perasaan aman dan percaya diri dalam diri anak berasal dari perlakuan orang tuanya. Salah satu cara untuk mengaktifkan dan mengembangkan fungsi otak tengah adalah dengan cara mengikuti workshop yang dilakukan oleh GMC (Genius Mind Consultancy). Selain work shop untuk anak-anak, juga terdapat bagi orang tua. Fungsinya untuk memberikan gambaran kepada orang tua bagaimana mendampingi anak mereka yang telah diaktivasi otak tengahnya. Selain itu, workshop tersebut memberikan sebuah pengalaman yang spesial antara anak dan orang tua. Sebab kebersamaan antara orang tua dan anak merupakan waktu yang berharga dan tak tergantikan. “Bahkan mayoritas antara anak dan orang tua berpelukan saling menangis menyadari apa yang terjadi selama ini”, Tutur Harmanto,  Trainer GMC Surabaya Harmanto menambahkan bahwa seringkali selama ini orang tua dengan anak mereka terdapat perselisihan atau bahkan pertengkaran dengan akar permasalahan yang sebetulnya karena keterbatasan pengetahuan atau pemahaman orang tua terhadap perilaku anak.anak3 Karena orang tua banyak yang tidak mengetahui anak yang dominan otak kanan karakter perilakunya seperti apa, begitu juga dengan anak yang dominan otak kiri juga seperti apa. Orang tua sendiri juga kadang tidak tahu dirinya sendiri. Orang tua tidak bisa menuntut anaknya untuk bisa sama seperti orang tuanya.  Apabila orang tua sudah mengerti akan karakteristik sang anak, maka yang diperlukan oleh orang tua adalah tiga hal yaitu, cukup dimengerti, dipahami dan dimaklumi. Jangan paksa anak untuk memahami orang tua. Selayaknya orang tua berusaha mencari kelebihan anak disisi yang lain. Jangan menyalahkan anak karena kelemahan anak yang memang sudah menjadi karakter pembawaan. Jika orang tua dan anak saling mengetahui dan memahami maka tidak perlu terjadi perselisihan atau bahkan pertengkaran. ”Disini kami menggugah orang tua untuk memahami anaknya, apakah pola asuh sudah benar atau hanya sebatas benar menurut orang tua bukan benar sebagaimana seharusnya”, imbuh Harmanto.

Leave a Reply