a1Setiap negara memiliki istana kenegaraan, ada yang memiliki halaman indah dan luas, sementara yang lainnya lebih mengandalkan kemewahan ornamen interior dan eksterior, serta corak arsitektur bangunannya. Chateau de Versailles, yang terletak di pinggiran kota Parilah, salah satu dari kastil sekaligus istana yang menggabungkan semua unsur tersebut, mewah, indah dan luas. Agung Basuki (pemilik TravelHemat.com & TravelHematShop.com) akan berbagi pengalamannya berkunjung ke Versailles, untuk Anda.

Versailles sebenarnya adalah nama sebuah kota kecil di Prancis, kurang lebih berjarak 18 km arah barat daya Paris. Seiring berjalannya waktu dan dengan adanya pengembangan kota Paris, maka saat ini Versailles telah menjadi sebuah kota satelit dari Paris. Para pengunjung bisa dengan mudah mencapai kota kecil ini dengan menumpang RER (sejenis tram/metro) nomor C7 dari pusat kota Paris dalam waktu tak lebih dari 30 menit.
Lebih dari 10 juta turis dari seluruh dunia yang berkunjung ke Paris, selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke situs bersejarah yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu ‘World Heritage Site’ ini.

Kastil yang dibangun pada 1624 oleh Raja Louis XVIII ini awalnya hanya difungsikan sebagai tempat peristirahatan sementara untuk raja beserta rombongan setelah selesai menyalurkan hobi berburunya.Baru ketika Raja Louis XIV naik tahta, pada tahun 1661 Chateau de Versailles dijadikan tempat kediaman resmi raja Prancis. Pembangunan istana ini memakan waktu 40 tahun, di bawah pimpinan arsitek Le Van (1612-1670). Namun demikian, proses pembangunan istana dan juga perluasan arealnya semakin menjadi-jadi untuk memenuhi permintaan permaisuri Louis XIV, Maria Antoinette yang terkenal sangat borjuis dan menyukai kemewahan.

a2Pembangunan istana yang terkenal akan kemewahannya ini, sebagian besar dibiayai dengan memeras dan melipat gandakan pajak rakyat, dimana akhirnya memicu terjadinya Revolusi Prancis pada 1789 yang merubah wajah politik Prancis dari monarki absolut menjadi republik. Hingga saat ini, komplek istana prestisius tersebut mempunyai lebih dari 1300 ruangan. Luas areal kebun dan tamannya yang didesain dan dikerjakan oleh arsitek kenamaan Le Notre mencapai lebih dari 100 hektar. Ketika tahun 1837 istana Versailles dijadikan museum nasional oleh pemerintah setempat, semenjak saat itulah arus kunjungan turis mancanegara seakan tak pernah habis mendatangi tempat ini.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung, sebaiknya datanglah pada pagi hari (usahakan untuk menghindari hari Minggu, karena tempat ini biasanya sangat padat). Bersiaplah untuk antre di loket penjualan tiket selama minimal 30 menit (membayar entrance fee 10 Euro/orang) sebelum Anda bisa menikmati keindahan berbagai ruangan yang ada di dalam bangunan istana tersebut, maupun berkeliling halamannya yang luas dan mengagumkan. Demi keamanan, saat ini ruangan yang dibuka untuk kunjungan turis sengaja dibatasi, yang terdiri atas Drawing Room of Plenty, Venus Drawing Room, Diana Drawing Room, Mars Drawing Room, Mercury Drawing Room, Apollo Drawing Room, War Drawing Room.

Salah satu ruangan terindah yang dibuka untuk kunjungan turis adalah Hall Of Mirrors, yang benar-benar tampil mewah dengan hiasan beraneka jenis dan ukuran lampu kristal yang bergantungan di langit-langit ruangan, serta berbagai ornamen dan hiasan yang konon dilapisi emas murni. Ruangan ini sekaligus menjadi saksi sejarah dengan ditandatanganinya Perjanjian Versailles pada tahun 1919, mengakhiri kecamuk Perang Dunia I yang melanda Eropa pada 1914-1919, sekaligus menjadi bibit perseteruan babak baru pada Perang Dunia II (1940-1945).




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*